Kompas.com - 31/01/2020, 07:47 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Ibu berhak melindungi bayi dari penyakit

Pertama, bayi baru lahir dan anak kecil belum memiliki sistem kekebalan yang sangat kuat.

Bahkan, dibutuhkan beberapa bulan bagi bayi hingga sistem kekebalannya mampu melawan virus dan bakteri . 

Selain itu, mereka juga masih belajar bagaimana melawan infeksi. Ditambah lagi, tubuh kecil mereka sensitif terhadap virus yang muncul, sebagai contoh, sedikit flu pada orang dewasa bisa menjadi masalah yang lebih besar bagi bayi.

Sebagai orangtua, tentu kamu ingin menghindari penyakit apapun menyerang bayimu.

Meski demikian, kamu tidak bisa mencegah semua penyakit dan kebanyakan bayi yang sakit akhirnya memang baik-baik saja.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun ada baiknya tidak membuat dirimu ketakutan dan terus merasa cemas, karena merasa tak melakukan pencegahan dengan baik.

Baca juga: Cuaca Panas, Waspada Biang Keringat pada Bayi

Perlu dicatat, walaupun kamu sedang ekstra melakukan pencegahan, ada baiknya kamu tetap bersosialisasi.

Agar lebih aman, berkonsultasilah dengan dokter anak. Biarkan mereka tahu apa yang menjadi kekhawatiranmu, ceritakan tentang riwayat kesehatan anak dan tren infeksi saat ini di daerah sekitarmu.

Mereka dapat membantumu membuat rencana yang masuk akal dan aman.

Masalah mendasar lain yang sering terjadi adalah, ketika orang bereaksi atas keputusan yang kamu buat sebagai orangtua, mereka merusak intuisimu sebagai orangtua.

Mereka memberi tahu kamu, bahwa pemahaman batin dan pengetahuan yang kamu miliki tentang anak dan keluarga adalah salah.

Baca juga: Mengenal Dermatitis Atopik pada Bayi dan Cara Merawatnya

Karena itu, sebelum hal tersebut merusak keyakinanmu, cobalah berkonsultasi dengan dokter anak dan ahli lain yang kamu inginkan.

Selain itu, perbanyak membaca soal penelitian atau perkembangan terbaru seputar isu kesehatan dari sumber yang terpercaya. 

Ini penting, agar kamu tidak terjebak dalam hoaks atau informasi yang salah.

Bisa juga meminta saran dari anggota keluarga dan teman yang kamu percaya.

Tetapi sebelum menutup hari, beri dirimu sendiri izin untuk menghilangkan semua kebisingan dan berpeganglah pada satu suara yang benar-benar penting yakni, suara hatimu sendiri.

Jika suara itu memberitahumu untuk bersembunyi selama wabah flu, silakan dan dengarkan. Suara itu milik seorang ibu yang sangat cerdas, kuat, dan tahu yang terbaik bagi anaknya.

Baca juga: Tanda-tanda Bayi Bahagia

Halaman:


Sumber Motherly
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.