BrandzView
Konten ini merupakan kerjasama Kompas.com dengan Prodia

Haid Pertama Terlalu Dini, Lebih Berisiko Kanker Payudara

Kompas.com - 04/02/2020, 20:55 WIB
Ilustrasi pengobatan kanker paru. SHUTTERSTOCKIlustrasi pengobatan kanker paru.

KOMPAS.comKanker payudara masih jadi penyakit yang menyebabkan kematian terbesar pada wanita. Ada berbagai faktor yang menyebabkan penyakit ini, salah satunya adalah waktu menstruasi pertama yang datang terlalu dini.

Di Indonesia, merujuk data Kementerian Kesehatan per 31 Januari 2019, jumlah penderita kanker payudara adalah 42,1 per 100.000 penduduk.

Dr. Griska Lia Christine SpPD mengatakan, kanker payudara sebenarnya bisa dideteksi sendiri sebelum akhirnya memastikannya dengan pemeriksaan medis.

“Biasanya muncul bejolan kecil, lalu biasanya yang tak diperdulikan orang putingnya itu jadi seperti masuk, tenggelam. Biasanya itu sudah stadium lanjut,” ujar Griska di acara Watson 'Beauty Inside & Out' di Jakarta Selatan (4/2).

Griska menambahkan, ada beberapa faktor risiko kanker payudara. Misalnya saja tidak pernah hamil, tidak menyusui, faktor genetik, dan juga hormonal. Selain itu, pubertas yang terlalu dini atau di bawah usia 12 tahun juga memperbesar risiko kanker.

“Semakin muda saat menstruasi pertama, semakin berisiko untuk terkena kanker. Atau pasien yang manapouse nya di usia semakin panjang, itu juga berisikp,” imbuhnya.

Baca juga: Menemukan Kanker Payudara Sedini Mungkin

Selain itu, faktor genetik atau mereka yang dalam keluarga sedarah ada yang menderita kanker, lebih besar kemungkinannya untuk juga mengidap kanker.

Untuk itu Griska mengimbau pada para wanita untuk sering melakukan screening mandiri pada payudara dan daerah sekitar ketiak.

“Sebenarnya kanker bisa terjadi di segala usia. Tapi kalau punya risiko, di usaia 25 tahun itu sudah harus menjalani pemeriksaan sadari itu dan harus lebih rutin,” ujarnya.

Griska juga mengimbau agar wanita menyadari pentingnya berkonsultasi pada dokter untuk melakukan screening payudara berkala.

“Kalau usia yang muda, karena payudaranya lebih kenyal dan masih muda, akan disarankan USG. Tapi kalau usaia 35 ke atas, itu disarankan mamografi,” ujarnya.

Sebelum melakukan pemeriksaan, ada baiknya berkonsultasi pada dokter dan meminta rekomendasi terkait screening seperti apa yang tepat untuk kondisimu.

“Ya jangan sampai hanya buang-buang uang, tapi tidak tepat kan,” ungkapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya