Kompas.com - 05/02/2020, 23:03 WIB
Ilustrasi ASI Shutterstock.comIlustrasi ASI

KOMPAS.com - Ada banyak alasan mengapa orangtua baru memilih memompa ASI untuk bayinya.

Entah itu karena kamu adalah ibu bekerja atau ingin berbagi tanggung jawab menyusui dengan suami, apapun alasannya sah-sah saja.

Yang perlu diingat adalah memompa ASI membutuhkan waktu, dan beberapa tempat umum tak selalu memiliki ruang yang dapat mengakomodasi untuk memompa ASI, termasuk di kantor.

Baca juga: Ketahui Berapa Lama Daya Tahan ASI dan Ciri ASI Basi

Agar momen memompa ASI berjalan lancar, cobalah untuk menerapkan sepuluh tips berikut.

1. Dipersiapkan


Mencoba membersihkan bagian-bagian dan memasang setiap bagian pompa ASI memang rumit.

Cobalah untuk meluangkan waktu membaca instruksi dan mencari tahu cara menggunakannya, sebelum bayimu menangis atau ASI mulai merembes pada payudaramu.

Yang harus dikemas dalam tas pompa ASI, adalah segala sesuatu yang mungkin kamu butuhkan, termasuk:

* baterai dan / atau kabel listrik

* tas penyimpanan khusus

* es gel

* tisu

* botol

* Sabun cuci piring, sikat, dan bahan pembersih lainnya

* tisu sanitasi

* alat pompa

* makanan ringan

* air

* kain penutup

2. Cobalah untuk menyimpan lebih banyak sebelum masa cuti habis

Ini mungkin terlihat sederhana, tetapi semakin cepat pikiran dan tubuhmu terbiasa memompa, semakin baik.

Terlebih, memiliki “simpanan” ASI dapat mengurangi kecemasan soal kurangnya ASI untuk bayimu.

KellyMom, situs web yang diakui secara internasional menyediakan informasi menyusui, menyarankan menyusui di satu sisi sementara memompa di sisi lain.

Bahkan, banyak yang menggunakan pompa payudara silikon untuk tujuan ini. Kamu juga bisa memompa kedua sisi sekaligus.

Baca juga: Cara Menyimpan ASI agar Kandungan Gizinya Tetap Terjaga

3. Tetapkan rutinitas pemompaan dan pertahankan sebanyak mungkin

Jika kamu memompa secara eksklusif, atau memompa selama hari kerja dan jauh dari bayimu, usahakan untuk memompa setiap 3 hingga 4 jam sekali - atau sesering bayi biasanya menyusu.

Namun, ada kalanya hal itu tidak selalu memungkinkan.

Jika kamu ibu bekerja, biarkan mitra, kolega, klien, dan atasanmu tahu bahwa kamu membutuhkan waktu untuk memompa.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 tahun 2012 tentang pemberian ASIX (Air Susu Ibu Eksklusif).

Ini menjamin pemenuhan hak bayi dan perlindungan ibu menyusui serta meningkatkan peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam pemberian ASIX hingga bayi berusia 6 bulan.

Selain itu, bahkan jauh sebelum PP itu diterbitkan sudah terbit UU RI Nomor 13 Tahun 2003 pasal 83 Tentang Ketenagakerjaan dan UU RI nomor 36 tahun 2009 pasal 128 Tentang Kesehatan.

Baca juga: Perempuan Ini Ikut Lomba Lari Marathon Sambil Perah ASI, Kenapa Tidak?

 

4. Siapkan rencana memompa ASI pada situasi yang berbeda

Variabel tertentu mungkin sulit untuk direncanakan, yaitu, ketika kamu harus melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.

Seringkali tidak jelas apakah bandara dan, yang lebih penting, terminal memiliki ruang untuk pompa atau menyusui.

Menemukan stop kontak juga bisa menjadi masalah. Terkadang kamu mungkin tidak memiliki akses listrik sama sekali.

Karena itu, penting untuk memiliki rencana cadangan yang dapat membantumu mengatasi hal ini.

Baca juga: Para Ibu, Waspadai Bahaya Memompa ASI di Toilet

Kemas beberapa adapter, termasuk charger mobil. Jangan lupa membawa penutup atau kenakan mantel / jaketmu untuk dipakai saat memompa, terutama jika tak ada ruangan khusus.

Kenakan juga bra menyusui. Ini membuatnya mudah untuk memompa dengan cepat dan diam-diam.

Jika kamu sering berada di dalam mobil, atur untuk efisiensi pemompaan maksimum. Tentukan tempat untuk pendingin, persediaan pompa, dan apa pun yang kamu butuhkan.

Jika kamu sering berada di tempat dengan daya terbatas, kamu mungkin bisa mempertimbangkan untuk memiliki pompa manual.

Baca juga: Tips Selamatkan ASI Perah Saat Listrik Padam Berkepanjangan

4. Pijat payudara sebelum dan sesudah memompa ASI

Menyentuh payudara dapat merangsang aliran ASI dan dapat membantu memaksimalkan hasil pemompaan.

Untuk memulai pelepasan secara manual dan efektif, kamu dapat mencoba memijat payudara sendiri sebentar.

Untuk caranya, kamu dapat menonton video yang menampilkan beberapa teknik pijat payudara.

5. Coba berbagai tip memompa untuk melihat apa yang cocok untukmu

Meskipun ada puluhan trik dan kiat memompa yang tersedia, efektivitasnya masih diperdebatkan secara luas, dan efeknya akan berbeda untuk orang yang berbeda.

Ada yang percaya, bahwa memikirkan atau melihat foto anak mereka akan meningkatkan aliran ASI mereka.

Yang lain mungkin lebih memilih untuk membaca majalah atau mengecek email sambil memompa ASI.

Beberapa menutupi botol pompa mereka, sehingga mereka tidak terganggu dengan berapa banyak hasil yang didapatkan.

Pemikirannya adalah melakukan hal-hal tersebut akan mengurangi stres dan meningkatkan pasokan ASI perahmu.

Ini bukan pendekatan satu ukuran untuk semua. Temukan apa yang sesuai untuk kamu.

Baca juga: Memahami Pentingnya ASI bagi Bayi Prematur

6.Pakaian khusus untuk ibu menyusui

Selain memilih pakaian yang mungkin ditentukan oleh pekerjaan dan posisimu, kamu mungkin bisa mempertimbangkan untuk memilih atasan yang longgar dan kancing yang terbaik agar lebih mudah membukanya saat memompa ASI.

7. Simpan kaos atau selendang

Bawalah kaos cadangan atau selendang untuk menutupi payudaramu saat memompanya.
Bila memungkinkan, kamu bisa membeli sebuah penutup khusus untuk ibu menyusui.

8. Pakai bra khusus memompa

Saat ini di pasaran, ada banyak bra yang membantu ibu untuk melekatkan corong pompa. Sehingga, kamu tak perlu lagi harus memeganginya selama memompa.

Dengan kata lain, kedua tanganmu bisa bebas dan melakukan apa saja, termasuk tetap bekerja.

Baca juga: ASI Tidak Keluar, Ibu Menyusui Butuh Dukungan, Bukan Tekanan

 

9. Diskusikan kesulitan dengan dokter, bidan, atau konsultan laktasi

Jika kamu merasakan adanya kesulitan, cobalah berbicara dengan orang lain yang sedang menyusui atau telah menyusui.

Kamu juga bisa bergabung dalam grup parenting atau grup menyusui untuk berdiskusi. Jika masih belum menemukan jalan keluar, mungkin saatnya kamu berkonsultasi dengan dokter.

10. Cobalah menambah waktu pompa

Suplai ASI yang rendah hingga masalah penjadwalan waktu memompa terkadang terjadi pada beberapa ibu .

Jika hasil pompa tak cukup banyak, cobalah untuk lebih sering melakukannya. Dan satu hal yang penting diingat, lakukan dengan santai. Stres akan membuat produksi ASI menurun.

Namun jika masalah ini sudah mengganggu, kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter untuk mendapat rekomendasi terbaik.


Baca juga: Ketika Menyusui Hanya Sekedar Memberi ASI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.