Kompas.com - 07/02/2020, 07:27 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Tak sedikit pasangan yang mempertahankan hubungannya meski tak lagi merasakan cinta satu sama lain.

Dalam hubungan pernikahan, kondisi ini tentu membuat hari-hari bersama menjadi semakin berat untuk dilewati.

Mempertahankan hubungan meski rasa cinta sudah hilang ternyata dilakukan oleh banyak orang.

Baca juga: 5 Kesalahan yang Bikin Hubungan Asmara Jadi Membosankan

"Masalah ini umum terjadi," kata Ammanda Major, kepala praktik klinik di Relate.

Dalam hubungan jangka panjang, kata dia, seringkali kebosanan hidup hinggap di dalamnya. Ketika itu terjadi, mereka akan merasa tidak terhubung dengan pasangannya.

Penyebabnya mulai dari kehilangan alasan untuk mencintai pasangan hingga merasa hubungan sudah "stuck" alias tidak memiliki tujuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut psikoterapis seksual dan hubungan, Kate Moyle, inkonsistensi dalam berhubungan rupanya wajar terjadi.

Namun, apakah mungkin untuk mengembalikan rasa cinta itu lagi?

"Kondisi itu tidak akan berubah kecuali secara aktif berupaya diubah," katanya.

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengembalikan rasa cinta terhadap pasangan, seperti dilansir laman the Guardian:

1. Realistis

Setiap orang tentunya ingin merasakan bunga-bunga cinta yang sama seperti ketika baru membina hubungan.

Namun sadarilah bahwa kehidupan terus berubah dari waktu ke waktu. Dalam perjalanannya, banyak hal yang mungkin terjadi.

Kendati demikian, bisa jadi hal itu karena kamu belun mengenal betul pasanganmu dan tidak pernah membayangkan hubungan tersebut akan terjadi dalam jangka panjang.

Baca juga: Bagaimana Kurang Tidur Merusak Hubungan Asmara?

Apakah bisa rasa cinta itu dikembalikan? Bergantung pada definisi "jatuh cinta" itu sendiri.

Beberapa terapis menilai fase jatuh cinta akan menghilang, tetapi menghilang di sini artinya ada harapan perasaan itu tergantikan dengan perasaan yang semakin dalam dan saling memiliki.

2. Rasa penasaran

Lihat kembali pasanganmu. Mungkin saja rasa cinta di antara dirimu dan pasangan hilang karena tak pernah lagi saling penasaran terhadap hidup masing-masing.

Jadi, jangan ragu menanyakan ketika ada hal yang ingin kamu ketahui dari pasanganmu.

"Ketika orang-orang mulai memahami posisi dia, maka dia akan cenderung mengambil pilihan yang berbeda," kata Major.

3. Memprioritaskan hubungan

Ketika menjalani hubungan jangka panjang, kita mungkin kehilangan rasa kegembiraan dan kebaruan.

Seiring berjalannya waktu, rasa yang ingin kita dapatkan berubah menjadi keamanan dan kenyamanan.

"Beberapa di antaranya agak membosankan, tetapi kita harus memelihara hubungan seperti kita melakukan hal lain," kata Moyle.

Baca juga: Waspadai, 7 Tanda Gaslighting dalam Hubungan Asmara

Menurut dia, hubungan bersama pasangan harus selalu mendapatkan prioritas. Jika terasa ada jarak, kamu harus membangun "jembatan" untuk menyambung jarak tersebut.

4. Mengenal lebih dalam

Menurut terapis hubungan, Katherine Woodward Thomas, seringkali apa yang menjadi pemicu hilangnya rasa cinta terhadap pasangan adalah sedikit kekecewaan dan sedikit penolakan.

Mungkin ada momen-momen di mana salah seorang membutuhkan dukungan namun yang didapatkan justru penolakan yang menimbulkan sedikit kekecewaan.

Mengenal pasangan lebih jauh menjadi cara untuk mengurangi sesuatu yang salah dalam hubungan.

"Jatuh cinta adalah perasaan untuk melengkapi kebersamaan, jadi salah satu hal yang akan mengembalikan perasaan terhubung dan dekat adalah kemampuan saling berbagi tentang apa yang terjadi," ungkapnya.

5. Terbuka

Menurut Major, ada momen-momen di mana pasangan tidak menjadi fokus utama seseorang karena ada hal lain yang lebih mendesak untuk diperhatikan. Namun, pastikan komunikasi tetap terbuka.

Baca juga: 10 Alasan Jujur Mengapa Seseorang Berselingkuh

"Seringkali ini dilakukan hanyalah agar pasanganmu tahu bahwa dia penting, bahwa kamu membutuhkannya, bahwa kamu mencintainya dan peduli pada dia, tetapi juga menyampaikan secara jelas apa kebutuhanmu," kata Major.

Luangkan waktu rutin untuk saling berbincang tanpa terganggu hal apapun, seperti gawai atau kesibukan lainnya.

Perbincangan bisa berupa diskusi formal, kencan di malam hari, atau sekadar berjalan bersama di taman.

Cari tahu apa yang menjadi kebutuhan masing-masing, apakah fisik, emosi atau keduanya.

Mungkin saja pasanganmu hanya butuh diakui bahwa dia membutuhkan bantuan. Perlu ada kesepakatan untuk berbagi tugas agar hubungan bisa berjalan dengan baik.

"Ingatlah bahwa satu orang saja tidak bisa mengerjakan semua hal," kata Moyle.

Kamu juga bisa melakukan terapi atau membeli buku panduan menyelesaikan persoalan dalam hubungan untuk memicu obrolan terbuka antar-pasangan.

6. Fokus pada hasil

Mungkin sulit untuk memberi tahu pasangan bahwa kamu sudah tak lagi jatuh cinta dengan dia seperti dulu.

Tak perlu mengatakannya secara langsung. Kamu bisa memulai dengan menyampaikan hal positif agar percakapan bisa diawali dengan baik.

Baca juga: Rasa Bosan Ternyata Bikin Kita Lebih Kreatif

Misalnya, "aku ingin mengatakan sesuatu yang mungkin agak berat. Tapi ini kulakukan karena ingin kita lebih dekat."

7. Segera mulai

Tak ada kata terlambat untuk mengupayakan agar rasa cinta itu kembali hadir. Namun, lebih baik jika hal ini dilakukan sesegera mungkin daripada terlambat.

Ketika masalah ini dibiarkan berlarut, maka ada kemungkinan akan semakin muncul kebencian dan perasaan negatif lainnya.

Lebih baik secara proaktif membahas masalah seksual dan hubungan, meskipun pada kenyataannya hal itu sulit untuk dilakukan karena khawatir akan mengacaukan hubungan.

Padahal, terapi dalam hubungan tak hanya bertujuan untuk menjaga pasangan tetap bersama, tapi untuk membantu dia menentukan apa yang terbaik untuk mereka dan apa yang diinginkan.

"Banyak hubungan berfungsi tanpa keintiman, seks atau cinta, namun pada suatu waktu sesuatu akan terjadi untuk mengacaukannya," kata Moyle.

Kekacauan itu bisa berupa perselingkuhan atau sesuatu yang lebih biasa, seperti lebih senang menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja atau pada hobi, daripada bersama pasangan.

Baca juga: Lakukan Ini jika Pasangan Ketahuan Selingkuh

Hal ini menyebabkan hubungan semakin renggang.

8. Mengingat apa yang membuat jatuh cinta

Woodward Thomas merekomendasikan membuat daftar bersyukur yang berisi tentang kelebihan-kelebihan pasanganmu.

Kamu maupun pasanganmu adalah manusia biasa yang tidak sempurna.

Menuliskan kelebihan-kelebihan pasanganmu akan membuatmu ingat kembali bahwa dia -dan kamu- hanyalah manusia yang kompleks dan bisa salah.

Setiap orang memiliki momen di mana mereka tampak tidak menarik.

Namun, dia  juga memiliki momen di mana mereka tampak menonjol dan menyebarkan kebahagiaan kepada sekitarnya.

Ketika pasangan tengah berada pada masa krisis dan tidak menunjukkan sisi kelebihannya, ingatlah kembali apa yang membuat kamu dulu bisa jatuh cinta kepada dia.

Akan lebih baik untuk membantu pasangan mengingat momen tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.