Kompas.com - 07/02/2020, 07:50 WIB
Salah satu varian sepatu kanvas Standrich. REPRO BIDIK LAYAR VIA INSTAGRAM @standrich.coSalah satu varian sepatu kanvas Standrich.

KOMPAS.com – Tahun 2011, menjadi salah satu momen penentu bagi kehidupan Bagus Febriansyah (26 tahun).

Saat itu, ia lulus SMA dari MA Al-Muddarsiriyah, dan tidak bisa melanjutkan kuliah karena keterbatasan dana.

“Ayah saya sopir truk. Dari dulu, saya dan keluarga saya tinggal di rumah kontrakan. Saya tidak bisa kuliah karena tidak ada biaya.”

Begitu kata Bagus kepada Kompas.com dalam perbincangan di Bandung, belum lama ini.

Baca juga: Standrich, Sepatu Kanvas Anak Bangsa dengan Desain Kekinian...

Dalam angannya, ia ingin sekali berbisnis, sejalan dengan dengan passion menggambarnya.

Lelaki kelahiran Bekasi, 1 Februari 1994 ini mengaku, sejak kecil ia sudah jatuh cinta pada gambar. Salah satunya menggambar Pokemon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian di bangku SMP mulai suka menggambar karakter orang. “Di keluarga tidak ada yang suka gambar. Saya belajar otodidak,” cetus dia.

Namun masalah dana kembali membuatnya berkata, “itu tidak mungkin”.

AKibat keterbatasan itu, Bagus pun mencari pekerjaaan ke sana kemari. Hingga akhirnya, dia diterima sebagai pelayan di sebuah restoran.

Pemilik Standrich, Bagus Febriansyah, bersama dua kreasi sneaker kanvasnya. KOMPAS.com/ RENI SUSANTI Pemilik Standrich, Bagus Febriansyah, bersama dua kreasi sneaker kanvasnya.

Di tengah kesibukannya bekerja, ia tetap memupuk impian untuk membuat bisnis. Hingga tahun 2014 ia membuat merk Standrich untuk produk apparel-nya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.