Konsep Budaya Minum Teh untuk Gerai Baru Ted Baker

Kompas.com - 07/02/2020, 11:51 WIB
Gerai baru Ted Baker di Grand Indonesia, Jakarta Pusat. KOMPAS.com/Nabilla TashandraGerai baru Ted Baker di Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Inggris dan Indonesia boleh saja jauh secara posisi geografis. Namun, kedua negara punya satu budaya yang sama, yakni minum teh.

Kesamaan ini kemudian diambil menjadi benang merah untuk konsep gerai baru Ted Baker di Grand Indonesia, Jakarta.

Mengawinkan budaya dua negara bukan hal baru bagi Ted Baker, mengingat merek gaya hidup asal Inggris itu memang kerap mencari keunikan dari sebuah negara dan mencari kesamaannya dengan budaya di Inggris.

Baca juga: Desain Simpel dan Elegan Arloji Ted Baker

Gerai baru yang terletak di West Mall Ground Floor West GI itu memiliki nuansa retro yang kental. Kesan ini begitu terasa, bahkan saat pengunjung disambut oleh sepasang pintu hijau tua yang terasa hangat.

Memasuki gerai, fokus langsung mengarah pada hiasan tanaman gantung di langit-langit yang berpadu dengan lantai geometris kuning yang membuat seisi toko terkesan segar.

Pada beberapa titik, terdapat hiasan perangkat minum teh dari tembaga yang menegaskan konsep budaya minum teh ala Inggris.

"Style in a teacup," demikian bunyi salah satu tanda neon yang menghiasi bagian tengah toko.

Kecintaan Ted terhadap detail sangat terlihat di gerai ini. Tak hanya lewat hiasan perangkat minum teh tembaga dan tanaman gantung, tetapi juga detail seperti pemilihan furnitur bambu, sofa rotan, mozaik floral pada dinding, hingga jam analog besar dengan ikon-ikon khas English tea, seperti mug, kue, kumis, dan dasi kupu-kupu.

Baca juga: Wajah Baru Gerai Guardian yang Lebih Modern

Gerai baru Ted Baker di Grand Indonesia, Jakarta Pusat.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Gerai baru Ted Baker di Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Koleksi musim semi/panas 2020

Bersamaan dengan pembukaan resmi gerai baru Ted Baker, turut diluncurkan pula koleksi busana pria dan wanita untuk musim semi-panas 2020.

Busana wanita didominasi siluet sederhana yang bisa dipadupadankan untuk acara malam hari di musim panas.

Seperti perpaduan gaun rajutan dan jaket cardigan atau anglaise dress dengan potongan renda dan halterneck ala musim panas.

Motif-motif campuran seperti floral modern, polkadot, dan motif binatang nampak berpadu dengan palet warna mute dan lembut ala musim semi serta warna-warna cerah seperti kuning karat, mustard, lime, dan navy.

Baca juga: NARS Cosmetics Buka Gerai di Indonesia dan Terbesar se- Asia Tenggara

Aksesori pun terlihat sederhana dan musiman. Seperti tas tangan rajut dan tas kanvas dengan potongan kulit. Didominasi warna hitam dan biru royal yang cocok digunakan kapan saja.

Sementara koleksi busana pria terinpsirasi dari motif lilin Afrika tradisional yang berpadu dengan warna kontras.

Warna-warna lembut, khaki, dan warna bebatuan terasa lengkap dengan kehadiran item berwarna jingga, lemon, fuchsia, dan biru royal.

Dengan dominasi berupa kaos jersey dan linen, koleksi ini tampaknya cocok untuk menemani aktivitas sehari-hari.

Termasuk melengkapi pribadi dengan mobilitas tinggi dan membutuhkan tampilan cerdas namun seasonal.

Baca juga: Atmos Resmi Buka Gerainya di Indonesia

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X