Kompas.com - 08/02/2020, 10:03 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

KOMPAS.com - Bermain game memang tak tampak seperti aktivitas yang menuntut fisik.

Namun, studi terbaru dari McGill University menunjukkan, saat pemain berolahraga sebelum bermain game, mereka akan bermain lebih baik.

Latihan selama 15 menit sudah cukup untuk meningkatkan performa saat bermain game, menurut studi.

Baca juga: Main Board Game, Cara Asyik Melindungi Kemampuan Otak

Sebagian besar peserta memperoleh manfaat dari olahraga, terlepas dari tingkat kebugaran atau perasaan mereka tentang olahraga.

Pada penelitian ini, 20 partisipan muda memainkan game komputer multiplayer League of Legends di dua hari yang terpisah.

League of Legends adalah permainan strategi yang melibatkan kerja sama tim untuk mengalahkan musuh dengan berbagai senjata.

Suatu hari, mereka menyelesaikan sesi singkat latihan kardiovaskular dengan intensitas tinggi sebelum bermain.

Dan di hari lain, mereka beristirahat sebelum bermain.

Peneliti kemudian menilai performa mereka dan mengajukan pertanyaan kepada peserta terkait apa yang mereka rasakan selama olahraga.

Performa saat bermain video game, yang didefinisikan dengan melenyapkan sejumlah target dalam permainan dan keakuratan serangan, secara keseluruhan lebih baik usai para peserta melakukan olahraga.

Baca juga: Main Game di Ponsel Terbukti Efektif Meredakan Stres

 

Alasannya, latihan atau olahraga singkat terbukti membantu meningkatkan fungsi otak kita.

Secara khusus, olahraga dapat meningkatkan perhatian dan kecepatan pengambilan keputusan, kata Marc Roig, penulis studi dan profesor di McGill University, kepada CNBC Make It.

"Hal itu meningkatkan 'fungsi eksekutif,' yaitu 'kapasitas kognitif' yang memungkinkan kita membuat keputusan akurat dengan cepat, fokus pada informasi relevan, dan menyaring informasi yang berlebihan," kata Roig.

"Karena ini adalah jenis proses kognitif yang diperlukan sebagian besar video game, tidak mengejutkan jika jenis latihan ini meningkatkan performa saat bermain video game."

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan bagaimana aktivitas fisik dapat membantu untuk jenis video game lain yang membutuhkan skill atau melibatkan tugas yang berbeda.

"Namun temuan dari studi baru ini penting, karena temuan menyarankan agar olahraga dan video game tidak perlu dipandang sebagai kegiatan antagonis," ujar Roig.

Baca juga: Mual dan Ingin Muntah Saat Main Game? Bisa Jadi Motion Sickness

Penggunaan video game dikaitkan dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah dan kenaikan penggunaan layar.

"Justru kelompok orang-orang ini, yang tidak berolahraga, yang harus kita perhatikan," tuturnya.

Menurut survei Pew Research Center pada tahun 2018, sebanyak 72 persen pria dan 49 persen wanita berusia 18 - 29 tahun bermain video game.

Studi lain menunjukkan, gamer di tingkat elit menghadapi tingkat stres yang mirip dengan atlet profesional. Artinya, pemain video game harus fokus menjaga kesehatan mereka.

Baca juga: Indonesia Dinobatkan Jadi Negara Tersantai, Ini 5 Game untuk Relaksasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.