Kompas.com - 10/02/2020, 07:45 WIB

Ia dan penyedia layanan kesehatan lainnya ke depannya akan mempertimbangkan rokok elektronik ketika mengevaluasi keluhan pro-pernapasan.

Baca juga: Mengerikan, Hampir 100 Kasus Penyakit Paru-paru Misterius Berkaitan dengan Vape

Menurut para peneliti, setiap pemeriksaan tenggorokan dan biopsi tidak menunjukkan bukti infeksi jamur, bakteri atau virus, basil tahan asam atau keganasan lainnya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, per 14 Januari 2020, sebanyak 2.668 orang di Amerika telah dirawat di rumah sakit karena rokok elektronik atau vape terkait cedera paru-paru.

Sementara laporan kasus anak nasional menemukan, bahwa meningkatnya penggunaan produk vape oleh remaja menyoroti potensi risiko kesehatan yang tidak diketahui di masa mendatang.

Baca juga: Salah, Vape Bukan Jembatan untuk Berhenti Merokok...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.