Penjelasan Dokter Soal Viral Losion Pemutih Mengandung Steroid

Kompas.com - 12/02/2020, 17:01 WIB
Obat keras dan kosmetik ilegal disita BPOM dari Toko Kosmetik Perancis di Mall Bandara City Tangerang, Selasa (3/12/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOObat keras dan kosmetik ilegal disita BPOM dari Toko Kosmetik Perancis di Mall Bandara City Tangerang, Selasa (3/12/2019)

KOMPAS.com— Bahaya krim pemutih kulit sebenarnya sudah sering diinformasikan, namun krim seperti ini gencar ditawarkan di toko-toko online. Efek negatif dari krim pemutih kembali diungkap di media sosial dan menjadi viral.

Melalui akun Instagramnya, dokter Listya Paramita, Sp. KK mengunggah beberapa foto yang menunjukkan kaki dan tangan yang penuh dengan guratan kemerahan di kulit (stretch mark).

Kondisi kulit pasien yang menggunakan krim pemutih mengandung steroid.Instagram @drmita.spkk Kondisi kulit pasien yang menggunakan krim pemutih mengandung steroid.
Kondisi kulit pasien dalam foto itu tampak penuh dengan garis-garis seperti stretch mark yang terdapat pada paha depan dan belakang, betis bagian depan dan belakang, hingga bagian tangan sampai dekat ketiak.

Dalam unggahanya, Listya menuliskan bahwa hal itu terjadi pada pasiennya karena menggunakan lotion pemutih yang tak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Memang itu pasien datang ke saya, dengan keluhan muncul serupa strech mark. Dia bilang habis pakai lotion pemutih dan beberapa bulan kemudian muncul sebanyak itu,” ujar Mita kepada Kompas.com saat dihubungi, Rabu (12/2/2019).

Lebih lanjut, dokter di ElshéSkin Asthetic Clinic, Yogyakarta ini mengatakan bahwa, stretch mark yang timbul sebenarnya adalah kulit yang rusak.

“Jadi ada robekan di bawah kulitnya akibat reaksi dari steroid yang seharusnya tidak boleh digunakan,” ungkap Mita lagi.

Baca juga: Produsen dan Penjual Kosmetik Ilegal di Karawang Dibekuk: Beli Bahan dari Asemka, Dipasarkan hingga ke Jakarta

Ia meyakini adanya pencampuran stereoid dalam lotion yang digunakan oleh pasien. Padahal seharusnya steroid tak bisa begitu saja digunakan ke kulit.

Steroid diresepkan khusus untuk yang memiliki kondisi kulit tertentu dengan dosis yang disesuaikan.

“Steroid itu obat, saya dokter kulit menggunakan steroid, tapi bukan untuk memutihkan kulit atau bikin cerah. Saya pakai steroid untuk obat, untuk pasien-pasien yang ada dermatitisnya, ada lupus kulit, bukan untuk merawat kulit,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X