Kompas.com - 12/02/2020, 18:02 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi

Helmin mencontohkan, ketika ada seseorang yang mengalami sakit maag kronis lalu mengalami pembuluh darah pecah, orang tersebut kemudian berisiko mengalami anemia dan bisa berujung pada penyakit serius.

"Ujung-ujung (penyakitnya) itulah yang bisa menyebabkan kematian, yakni penyakit-penyakit yang muncul ketika sakit maag tidak diobati," tutur dia.

Selain itu, orang yang memiliki penyakit maag akan terganggu kualitas hidupnya.

Dalam tabel skor kualitas hidup terkait dispepsia fungsional (sakit maag) pada 2011, kualitas hidup orang yang sehat dalam beberapa aspek cenderung lebih besar dibandingkan dengan orang yang memiliki sakit maag.

Misalnya dari skor fungsi fisik, orang-orang yang sehat mencapai angka sekitar 86,1 persen, sedangkan orang dengan sakit maag hanya 77,9 persen.

"Perbedaannya cukup signifikan. Kalau kualitas hidup terganggu, produktivitas juga akan turun," ungkap dia.

Mengatasi sakit maag

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika sudah mengalami sakit maag atau merasakan gejalanya, segeralah melakukan hal-hal berikut:

- Segera atasi, jangan menunggu hingga sakit maag mengganggu aktivitas.

Kamu bisa mengonsumsi obat yang ada di pasaran dengan tetap cermat membaca kemasan, dan pergi ke dokter jika sakit maag tidak sembuh setelah lebih dari dua minggu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.