Hindari Konsumsi Gula Berlebih Selama Kehamilan, Apa Alasannya?

Kompas.com - 13/02/2020, 11:54 WIB
Ilustrasi ibu hamil mengonsumsi makanan manis Ilustrasi ibu hamil mengonsumsi makanan manis

KOMPAS.com - Konsumsi gula berlebih memang tak pernah baik untuk kesehatan. Namun, hal ini perlu lebih diperhatikan oleh ibu hamil.

Indera perasa ibu hamil bisa jadi akan terasa berubah selama sembilan bulan mengandung dan pada kondisi ini keinginan mengonsumsi makann tertentu, seperti es krim atau cokelat, mungkin tak tertahankan.

Namun, ketahuilah bahwa memenuhi keinginan tersebut bisa berbahaya untuk ibu dan bayi.

Baca juga: 6 Fakta Seputar Gula, dari Jenis hingga Batas Konsumsinya

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa makan terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional dan risiko asma pada bayi.

Sangat penting untuk berhati-hati tentang makanan yang kamu konsumsi selama kehamilan karena penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Baca juga: Penuaan Dini, Bahaya Gula yang Jarang Disadari

Tiga alasan berikut mengungkapkan mengapa gula berbahaya bagi ibu hamil:

1. Memicu obesitas

Mengonsumsi makanan tinggi gula dapat menyebabkan obesitas pada ibu dan bayi. Penelitian yang dilakukan pada 1.000 ibu dan anak-anaknya menyimpulkan, bahwa wanita hamil yang minum lebih banyak minuman manis cenderung memiliki anak yang obesitas pada sekitar usia 7 tahun.

Bahkan ibu mungkin mendapatkan berat badan ekstra ketika kehamilan yang mungkin akan bertahan untuk waktu yang lama bahkan setelah persalinan.

2. Berkaitan dengan alergi

Sesuai penelitian yang dilakukan pada 2017 di Queen Mary University, terlalu banyak asupan gula dapat meningkatkan risiko asma dan alergi pada anak.

Untuk studi tersebut, para peneliti memeriksa 9.000 ibu dan melakukan tes alergi pada anak-anak mereka ketika berusia tujuh tahun.

Hasil menemukan, bahwa anak-anak yang ibunya mengonsumsi gula berlebihan selama kehamilan memiliki alergi dan asma.

Baca juga: Bahaya Kenaikan Berat Badan Berlebih pada Ibu Hamil

 

3. Berdampak pada inteligensi

Seperti penelitian diterbitkan dalam American Journal of Preventative Medicine, asupan gula yang tinggi selama kehamilan dapat memengaruhi kecerdasan dan daya ingat anak-anak.

Untuk penelitian ini, para peneliti mengamati data makanan yang dikumpulkan dari lebih dari 1.000 wanita hamil dan anak-anak mereka antara tahun 1999 dan 2002.

Ditemukan, bahwa anak-anak memiliki masalah dalam menyelesaikan masalah dan memiliki memori verbal yang buruk.

Baca juga: Tanpa Gula, Kopi Hitam Lebih Bermanfaat untuk Kesehatan

4. Komplikasi lainnya

Selain tiga risiko kesehatan tersebut, mengonsumsi makanan tinggi gula selama masa kehamilan juga meningkatkan risiko masalah kesehatan berikut:

- Meningkatkan risiko penyakit jantung pada anak.

- Menimbulkan masalah metabolik pada bayi di kemudian hari.

Untuk mengontrol keinginan mengonsumsi makanan manis, kamu bisa mengonsumsi buah-buahan, shake atau jus buah.

Jika kamu benar-benar ingin makan es krim atau cokelat, kamu boleh mengonsumsinya, namun dalam jumlah moderat.

Baca juga: Sedang Hits Brown Sugar, Benarkah Lebih Sehat dari Gula Putih?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X