Foto Selfie Membunuh Lebih Banyak Orang Ketimbang Serangan Ikan Hiu

Kompas.com - 14/02/2020, 23:11 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi

KOMPAS.com - Narsisme adalah sesuatu yang nyata dan eksis di tahun 2020, bahkan banyak orang membahayakan hidupnya demi menjadi pusat perhatian.

Sebuah survei mengungkap, 41 persen dari kita mempertaruhkan keselamatan dalam mengambil foto selfie.

Sedangkan, lebih dari setengahnya rela berdiri di tepian tebing untuk mendapatkan foto terbaik.

Sepertiga responden bahkan mengunjungi suatu tempat, murni untuk mengabadikan pemandangan secara digital dan empat persen mengaku membahayakan orang lain demi foto yang baik.

Baca juga: Orang yang Sering Unggah Selfie Cenderung Dipandang Kurang Sukses

Jajak pendapat yang dilakukan oleh perusahaan casing ponsel kustom, Case24.com, menanyai orang-orang untuk mengetahui apa yang bersedia mereka lakukan demi tampil sempurna di Instagram.

Jumlah responden pada jajak pendapat ini adalah 2.023 orang, yang terdiri dari 1.024 pria dan 999 wanita.

Ditemukan, pria yang mempunyai "bahan bakar" testosteron lebih cenderung berani mengambil risiko daripada wanita.

Sebanyak 61 persen pria menerima tantangan foto di tepian tebing, dibandingkan 38 persen wanita.

Yang mengkhawatirkan, sekitar 1 dari 10 (11 persen) mengalami cedera saat mencoba selfie.

Baca juga: Selfie di Lokasi Bencana, Beri Simpati atau Pencarian Eksistensi?

Kecelakaan yang dilaporkan berkisar dari jatuh ke bukit hingga jatuh dari sepeda dan terlempar ke tanah.

Studi ini dilakukan tujuh bulan setelah penelitian dan membuktikan, selfie bertanggung jawab atas lebih banyak kematian daripada serangan ikan hiu.

Musim panas lalu, Journal of Family Medicine and Primary Care di India menemukan, 259 orang di seluruh dunia meninggal dalam 137 kecelakaan terkait selfie dari 2011-2017.

Jumlah ini lebih banyak dibandingkan 50 orang yang terbunuh oleh ikan hiu.

Baca juga: Kenali Kepribadian Seseorang dari Cara Berdandan sampai Foto Selfie

Di saat 259 kematian selama periode tujuh tahun tidak terdengar berlebihan, kematian terkait selfie terus meningkat.

Pada 2011 hanya ada tiga kasus kematian akibat selfie, namun jumlahnya melonjak di tahun 2017 hingga mencapai 93 kasus.

Kecelakaan selfie --banyak di antaranya tidak mematikan-- berkisar dari yang menyedihkan hingga konyol.

Pada Maret 2019, seorang wanita diserang jaguar di kebun binatang Arizona, AS, setelah melintasi penghalang untuk mengambil selfie. Beruntung, ia selamat dari serangan.

Baca juga: 5 Fakta Unik Karl Lagerfeld, Pernah Gemuk hingga Benci Selfie...

Dua tahun sebelumnya, pemandu sorak Oregon, Aurora Genai Sheffel (14), meninggal dunia saat mencoba mengambil foto selfie di lautan.

Ia tengah mengambil gambar dengan teman-temannya di sebuah batang kayu di pantai, di Bandon, AS, saat air laut surut, tapi tiba-tiba kayu tertarik arus.

Kayu tersebut berguling di atas sang remaja, hingga mendorongnya ke bawah air.

Pada bulan September 2018, seorang anak laki-laki Israel, Tomer Frankfurter jatuh dari ketinggian 182 meter di Yosemite National Park dan meninggal dunia.

Ia meninggal ketika berpose dengan bergantungan di tepi tebing. Tujuannya, hanya untuk selfie.

Baca juga: Apakah Saya Kecanduan Selfie? Buktikan dengan Tes Ini



Sumber NYPost
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X