Eye Level Indonesia Perkenalkan Latihan Berpikir Kritis Matematika

Kompas.com - 15/02/2020, 10:11 WIB
Ilustrasi anak belajar shutterstockIlustrasi anak belajar


KOMPAS.com - Menyiapkan siswa yang berdaya saing tinggi merupakan keharusan di tengah makin ketatnya kompetisi di era teknologi. Pola pembelajaran yang tepat dipercaya menjadi kunci. Salah satu yang perlu dikuasai oleh generasi mendatang adalah kemampuan berpikir kritis (critical thinking).

Kemampuan berpikir tingkat tinggi tersebut tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengingat atau menghapal.

Eye Level Indonesia, lembaga pendidikan non-formal dari Korea Selatan, memperkenalkan latihan berpikir kritis matematika untuk membantu anak berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah melalui latihan soal.

Menurut perwakilan Eye Level Indonesia, Aditiawarman, kemampuan berpikir kritis ini juga akan berguna bagi masa depan anak dalam memecahkan setiap persoalan yang ditemuinya kelak.

Ia menjelaskan, ada beberapa fokus dalam latihan berpikir kritis matematika, misalnya pola hubungan, geometri, pengukuran, pemecahan soal, serta penalaran.

Baca juga: 7 Alasan Anak Sosial Perlu Kuasai Matematika Dasar

"Misalnya untuk Pola dan Hubungan, siswa akan diajak mengembangkan pengetahuan dasar fungsi dengan mempelajari berbagai pola untuk objek, bilangan dan bentuk. Sementara untuk pemecahan soal, siswa akan belajar delapan strategi pemecahan soal, mulai dari pengenalan pola, analisis data, menggambar diagram, uji coba, dan sebagainya," kata Aditiawarman.

Buku pegangan pelajaran matematika dari Eye Level Indonesia.Dok Eye Level Indonesia Buku pegangan pelajaran matematika dari Eye Level Indonesia.

Pola pendekatan yang berbeda dalam belajar matematika ini diharapkan dapat membuat anak-anak tidak menganggap mata pelajaran ini sebagai momok.

Ketakutan banyak pelajar di Tanah Air kepada mata pelajaran itu terlihat dari hasil Survei Programme for International Student Assessment (PISA).

Studi yang dilakukan oleh Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) terhadap anak usia 15 tahun pada 2015, menempatkan kemampuan matematika pelajar Indonesia ada di peringkat ke-63 dari 72 negara.

Capaian tersebut kalah jauh dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara. Dengan Vietnam misalnya, negeri berlambang bintang itu ternyata ada di peringkat ke-12, sementara Singapura ada di peringkat pertama.

 

 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X