Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/02/2020, 11:04 WIB
Lusia Kus Anna

Editor

KOMPAS.com - Setiap orang pasti akan menua, diikuti dengan tanda-tanda yang tampak secara fisik. Walau ini merupakan proses alami, tetapi banyak wanita yang cemas jika tanda penuaan kulit terlihat. Dengan inovasi kecantikan terbaru, tanda penuaan itu bisa disamarkan.

Kulit yang kering, kusam, dan mulai berkerut, merupakan tanda penuaan yang muncul di atas usia 40 tahun. Penyebab perubahan ini beragam, mulai dari faktor genetik, polusi, hingga paparan sinar ultraviolet.

Hasil dari sebuah studi dermatologi tahun 2012 menyebutkan, radiasi ultraviolet saja berkontribusi hingga 80 persen pada penuaan kulit.

Sementara itu, faktor internal seperti menurunnya kolagen seiring bertambahnya usia juga membuat kulit kehilangan kekenyalannya dan muncul kerutan halus.

"Untuk menjaga agar tanda penuaan tidak terlalu terlihat, pemilihan skincare dan treatment yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit sangat penting," kata Head of Business Development ERHA dr.Norita Sembada.

Selain rangkaian skincare, perawatan di klinik dermatologi juga diperlukan. Salah satu yang efektif untuk mengatasi masalah penuaan kulit adalah terapi laser. Setiap klinik biasanya memiliki teknologi laser dengan keunggulan masing-masing.

Norita menjelaskan, andalan di ERHA Clinic adalah teknologi laser NdYag 1064 nm yang bekerja menghasilkan energi panas untuk memicu perbaikan struktur kulit lewat produksi kolagen baru.

"Terapi laser Photorejuvenation ini mampu memperbaiki tekstur kulit yang kasar, mengatasi garis halus, mengurangi kerutan, serta tanda penuaan kulit lainnya," katanya.

Menurut Head of Channel Marketing ERHA, Ferry Budiyanto, laser NdYag 1064 nm merupakan teknologi laser yang umum digunakan untuk peremajaan kulit.

Baca juga: Permudah Konsumen, Erha Perluas Layanan “Contact Center”

"Selain kualitas alat yang digunakan, diagnosis kulit dan teknik pengerjaan yang tepat oleh dermatolog juga menjadi penentu efektivitas terapi," katanya.

Pengerjaan terapi ini sekitar satu jam dan tidak menyebabkan down time (waktu tunggu pemulihan) sehingga pasien bisa langsung beraktivitas setelahnya.

Terapi laser tentu tidak bisa dilakukan setiap hari. Dengan kata lain, untuk menjaga kualitas kulit tetap baik, diperlukan perubahan gaya hidup juga. Misalnya saja menghindari asupan tinggi gula, memperbanyak asupan buah dan sayur, terutama yang mengandung vitamin C, serta melindungi kulit dari paparan sinar matahari dan polusi.

Norita mengingkatkan pentingnya mengatasi stres karena saat kita stres tubuh akan melepaskan hormon-hormon stres, termasuk adrenalin, neropinefrin, dan kortisol.

"Bahan kimia stres ini menciptakan perubahan biologi pada tingkat sel. Olahraga rutin dan melakukan meditasi merupakan salah satu cara paling ampuh untuk melepaskan stres," katanya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com