Pengaruh Media Sosial pada Diet Kita

Kompas.com - 17/02/2020, 14:48 WIB
Foto makanan. Al ArabiyaFoto makanan.

KOMPAS.com - Selain swafoto, foto yang paling banyak diunggah di media sosial adalah tentang makanan.  Unggahan ini berkisar dari foto artistik makanan di restoran, langkah-langkah memasak, hingga menu diet keto yang dijalani seorang teman.

Apa pun yang ditulis orang di media sosial tentang foto makanan tersebut, kemungkinan besar kita tahu banyak kebiasaan makan dan preferensi makanan mereka.

Informasi ini bisa jadi petunjuk tentang norma sosial sesuai era yang berlaku dan pilihan makanan dari lingkaran teman di media sosial kita. Sayangnya, menurut studi terbaru menyebut, hal ini dapat membentuk kebiasaan makan kita.

"Kita mungkin dipengaruhi oleh teman kita lebih dari yang kita sadari saat memilih makanan tertentu," kata penulis studi Lily Hawkins, mahasiswa PhD di Aston University, Birmingham, Inggris.

"Secara tidak sadar tampaknya kita ikut memperhitungkan bagaimana orang lain berperilaku saat kita membuat pilihan makanan kita," katanya.

Penelitian terbaru tersebut meriset bagaimana berbagai jenis norma sosial memengaruhi orang untuk mengonsumsi makanan tertentu.

Norma-norma sosial ini juga ada dalam situasi lainnya, seperti dunia nyata di kalangan mahasiswa atau rekan kerja. Namun, para peneliti fokus pada media sosial, karena merupakan interaksi sosial kita dalam jumlah besar.

Baca juga: Dampak Buruk Berdebat di Media Sosial untuk Kesehatan

Tim peneliti menanyakan kepada 369 mahasiswa. Mereka ditanya mengenai konsumsi buah, sayuran, makanan kecil padat energi, minuman manis, media sosial yang dipakai, serta persepsi tentang kebiasaan makan dan preferensi teman-teman online mereka.

Ternyata, di dunia maya sekalipun, norma sosial dapat memengaruhi kebiasaan makan seseorang, dalam dua cara spesifik. Ketika orang yang kita ikuti di media sosial banyak mengonsumsi sayur dan buah, para responden mengaku juga menirunya.

Alix Timko, PhD, peneliti di PolicyLab at Children's Hospital of Philadelphia (CHOP) menunjukkan, penelitian terbaru itu tidak melihat langsung bagaimana media sosial memengaruhi kebiasaan makan seseorang.

Pengaruh lainnya berkaitan dengan apa yang kita pikir harus kita lakukan.

"Ketika konsumsi minuman berkalori dan tinggi gula dipertimbangkan, hanya yang dipikirkan berapa jumlah porsi yang yang seharusnya dimakan, yang bisa memprediksi konsumsi partisipan."

Sementara itu, norma sosial ternyata tidak terkait dengan indeks massa tubuh seseorang (BMI).


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber Healthline
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X