Kompas.com - 18/02/2020, 08:51 WIB
Ilustrasi serangan jantung shutterstockIlustrasi serangan jantung
Editor Wisnubrata

Selain itu, usia dan penyakit seperti tekanan darah tinggi, gagal jantung, gagal ginjal, dan diabetes bisa berpengaruh pada risiko henti jantung mendadak.

Meski demikian, henti jantung mendadak bisa terjadi pada orang-orang yang tampak sehat dan belum pernah mengalami masalah pada jantungnya.

Baca juga: 8 Tanda Awal Serangan Jantung yang Penting Diketahui

Apa yang harus dilakukan?

Ketika orang yang ada di sekitar mengalami henti jantung mendadak, kenali gejalanya. Beberapa gejala yang umum terjadi adalah:

  • Pingsan
  • Tidak ada detak jantung
  • Tidak bernafas atau bernafas tersengal
  • Tidak sadarkan diri

Hal yang perlu dilakukan adalah memanggil ambulans untuk membawa penderita ke rumah sakit.

Kita juga bisa melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) dengan menekan dada pasien dengan cepat dan keras. Terus lakukan dan pastikan dada mengembang sempurna di antara kompresi.

Dalam kasus henti jantung mendadak, waktu adalah kunci. Ada jendela waktu kecil yang sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa seseorang lewat CPR. Untuk itu, setiap orang direkomendasikan mengetahui bagaimana memberikan CPR.

Baca juga: Tips Pertolongan Pertama pada Penderita Serangan Jantung

Halaman:
Baca tentang


Sumber
Rekomendasi untuk anda
RECIPES
SUP PANGSIT
SUP PANGSIT
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X