Dr Martens CBGB, Kenangan Terhadap Kelab Punk di New York

Kompas.com - 18/02/2020, 20:46 WIB
Dr Martens CBGB Dr Martens Dr Martens CBGB
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pada tahun 1970-an, musik punk tumbuh pesat dan menjadi salah satu aliran yang memiliki penggemar fanatik.

Tidak hanya nilai-nilai yang dianut, namun dandanan pengikut punk ini kemudian memunculkan gaya khas yang terlihat sampai kini, utamanya lewat sepatu boots, jaket kulit, hingga tatanan rambut mohawk.

Sebagai musik yang dianggap identik dengan pemberontakan, punk dimainkan di berbagai kelab yang penuh anak muda. Salah satunya adalah CBGB, bar yang ada di New York City.

CBGB dibuka tahun 1973 oleh Hilly Kristal di East Village, Manhattan. Awalnya klab tersebut berupa bar untuk pengendara motor sebelum akhirnya menjadi bar yang menyajikan live music.

Walau awalnya kelab ini dimaksudkan untuk pentas musik Country, BlueGrass, and Blues, seperti namanya CBGB, namun ia kemudian justru dikenal sebagai ajang band punk rock dan band new wave, seperti Ramones, Television, Patti Smith Group, Blondie, dan Talking Heads.

Akhirnya pada tahun 1980-an, bar itu dikenal sebagai CBGB & OMFUG singkatan untuk "Country, Bluegrass, Blues and Other Music for Uplifting Gormandizers", namun genre yang paling identik dengan tempat itu adalah punk rock.

Kini untuk mengenang tempat itu, Dr Martens merilis dua sepatu boot ikonik 1460 dengan tema CBGB. Masing-masing boots dilengkapi dengan gambar dan memorabilia yang diambil dari kelab tersebut.

Sepatu pertama memiliki permukaan seperti grafiti dan dilengkapi pola seperti tengkorak, motif yang menjadi lambang gerakan punk, serta memiliki logo CBGB & OMFUG di bagian depan sepatu.

Pilihan kedua adalah boots hitam dengan jahitan benang putih serta logo CBGB & OMFUG yang timbul di bagian depan sepatu, lengkap dengan tali sepatu bertuliskan CBGB.

Adapun Dr Martens sendiri pernah menjadi sepatu wajib generasi punk. Sepatu yang lahir 60 tahun lalu ini menjadi saksi berbagai budaya yang muncul di Inggris.

Walau awalnya dipakai para pekerja, boots ini kemudian bergeser menjadi sepatu yang banyak ditemukan dalam festival-festival musik. Ia jadi saksi lahir dan berjayanya punk.

Adapun kelab CBGB ditutup 13 tahun lalu, namun kenangan terhadap tempat itu masih hidup. CBGB dianggap sebagai salah satu pijakan hadirnya punk rock di Amerika, beserta budayanya, termasuk sepatu boots yang kita kenal dengan nama Dr Martens.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X