Kompas.com - 19/02/2020, 06:15 WIB
Ilustrasi penumpang menggunakan masker untuk cegah penyebaran virus corona di pesawat SHUTTERSTOCK/LEK IN A BIG WORLDIlustrasi penumpang menggunakan masker untuk cegah penyebaran virus corona di pesawat

Data CCDC juga mengungkap, tingkat kematian lebih tinggi di antara pria ketimbang wanita.

Para petugas mencatat, tingkat kematian sebesar 2,8 persen untuk pasien pria, dan 1,7 persen pada pasien wanita.

Pasien pria menyumbang 22.981 atau 51 persen dari total kasus yang dikonfirmasi.

Sedangkan virus corona telah menjangkiti 21.691 pasien wanita pada 11 Februari lalu, saat pengumpulan data berakhir.

Simon Clarke, profesor di mikrobiologi seluler, mengatakan perbedaan statistik pada jenis kelamin bisa jadi tidak dikarenakan biologi.

Baca juga: Jaga Kebersihan Tangan, Langkah Sederhana Terhindar dari Virus Corona

"Bisa tergantung pada jenis pria dan wanita yang termasuk dalam analisis, atau mungkin paparan pasien terhadap situasi yang menempatkan pada risiko --itu bukan alasan biologis," kata dia kepada CNBC.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita harus mampu mengecualikan segala macam faktor sosial lain untuk dapat mengatakan ada perbedaan biologis yang nyata."

Siapa yang paling berisiko terkena virus corona?

Orang lanjut usia dan orang-orang dengan masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya paling berisiko tertular COVID-19, catat para peneliti.

Tingkat fatalitas kasus meningkat seiring bertambahnya usia, dengan 14,8 persen kasus pada orang di atas usia 80 tahun mengakibatkan kematian.

Pasien berusia 70 - 79 tahun memiliki tingkat kematian 8 persen, sedangkan tingkat kematian orang berusia 60 - 69 tahun berada pada angka 3,6 persen.

Baca juga: Benarkah Penularan Virus Corona Bisa Dicegah dengan Alkohol dan Bawang Putih?

Para peneliti menghitung tingkat kematian secara keseluruhan sebesar 2,3 persen, dengan total 1.023 kematian tercatat di antara kasus yang dikonfirmasi dari virus pada penelitian ini.

Penyakit kardiovaskular adalah kondisi yang telah ada sebelumnya dan paling terkait peningkatan kematian, dengan tingkat kematian 10,5 persen.

Penderita diabetes memiliki tingkat kematian 7,3 persen, sementara frekuensi kematiannya juga lebih tinggi daripada tingkat keseluruhan pada orang dengan penyakit pernapasan kronis, hipertensi, serta kanker.

Pada pasien tanpa masalah kesehatan tertentu, tingkat kematian menurun menjadi 0,9 persen, menurut penelitian.

"Di antara 1.023 kematian, mayoritas telah berusia 60 tahun dan memiliki masalah kesehatan yang sudah ada," kata para peneliti dalam laporan tersebut.

Baca juga: Apakah Virus Corona Dapat Diobati?

Halaman:


Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X