Kompas.com - 19/02/2020, 09:40 WIB
. REPRO BIDIK LAYAR VIA NYPOST.

KOMPAS.com - Fashion Institute of Technology (FIT) menyampaikan permintaan maaf atas peragaan busana berbau rasial, yang diselenggarakan oleh alumni institut itu.

Dalam perhelatan tersebut, terlihat seorang model berjalan di runway dengan telinga dan bibir prostetik besar, serta alis tebal.

Presiden FIT, Dr. Joyce F. Brown berupaya memberi pembelaan atas konsep tersebut fashion show tersebut.

Baca juga: Wabah Virus Corona Bukan Alasan untuk Bersikap Rasis

Brown mengatakan, peragaan busana itu tidak bermaksud menyinggung ras mana pun.

Namun dia mengakui, FIT gagal mengenali statement kreatif yang dapat memiliki konsekuensi negatif.

"Tidak maksud asli dari desain, penggunaan aksesoris, atau arah kreatif dari pertunjukan itu, yang ditujukan untuk membuat statement tentang ras."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun sekarang sangat jelas, konsep tersebut telah menyinggung ras," kata Brown dalam sebuah pernyataan.

"Atas hal itu, kami meminta maaf --kepada mereka yang berpartisipasi pada pertunjukan, siswa, dan siapa saja yang tersinggung dengan apa yang mereka lihat."

Amy Lefevre, model Afrika-Amerika yang berpartisipasi dalam acara ini ikut bersuara di laman The New York Post.

Dia mengaku tidak nyaman dan menolak mengenakan aksesoris rasial seperti telinga monyet dan bibir yang terlalu besar.

"Saya berdiri di sana dan nyaris siap untuk mundur, memberi tahu staf bahwa saya sangat tidak nyaman harus mengenakan pakaian ini, dan mereka jelas rasial," kata Lefevre.

Baca juga: Jadi Pria Terseksi, John Legend Pernah Alami Perlakuan Rasis

Acara ini diadakan selama ajang New York Fashion Week di Pier59 Studio Manhattan, yang memamerkan karya 10 alumni dari kelas Master of Fine Arts FIT untuk desain fesyen.

Para pengamat mengatakan, desain tersebut dibuat oleh lulusan FIT asal China yang tampak tidak memahami nuansa yang berbau rasial dari karyanya.

Konsep orisinal karya itu disebut menyoroti "tampilan jelek dari tubuh," demikian menurut pernyataan seorang saksi.

Peragaan busana FIT disutradarai Jonathan Kyle Farmer -Profesor FIT yang juga Ketua MFA Fashion Design, serta diproduksi oleh Richard Thornn, Direktur Kreatif perusahaan produksi fesyen, NAMES LDN.

Dalam pernyataannya, Brown tidak menyinggung Farmer atau Thornn. Namun ia mengatakan, institusi seharusnya menghentikan aksesoris tersebut agar tidak ditampilkan di runway.

Ia berbicara tentang beberapa langkah yang akan diambil guna mencegah hasil ofensif dari siswa dan alumni.

Baca juga: Disebut Rasis, Katy Perry Tarik Produk Sepatu yang Baru Dirilisnya

Langkah itu termasuk diskusi dengan dewan keragaman sekolah, senat fakultas, karyawan perguruan tinggi serta Student Government Association.

"Konsekuensinya, kita sebagai pendidik memastikan kita memberi siswa perspektif budaya dan sejarah yang dibutuhkan ketika mereka menyadari visi artistik mereka," kata Brown.

"Kita harus memberi panduan, sehingga mereka mengenali potensi risiko dan konsekuensi yang tidak diinginkan dari kreativitas mereka."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber NYPost
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.