Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/02/2020, 21:47 WIB

KOMPAS.com - Usulan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengenakan tarif cukai pada produk minuman berpemanis disambut baik oleh praktisi kesehatan.

Menurut ahli gizi dr. Fiastuti Isbandi Witjaksono, Sp.GK, selama ini konsumsi gula berlebih, karena minuman berpemanis yang begitu mudah ditemukan di pasaran, telah menyumbang meningkatnya penderita diabetes dan obesitas di Indonesia.

“Ini sangat bagus sekali, karena kita itu menurut saya sangat dirugikan terhadap tingginya asupan gula di Indonesia. Bukan gula pasir saja, tapi gula yang dipakai untuk pemanis di minuman dan makanan,” ujar Fiastuti kepada Kompas.com saat dihubungi, Kamis (20/2/2020).

Baca juga: Sri Mulyani Usulkan Minuman Berpemanis Kena Cukai, Ini Produknya

Apalagi, minuman berpemanis biasanya mengandung gula yang bahkan melebihi rekomendasi asupan gula harian yang disarankan oleh WHO.

Seperti diketahui, WHO menganjurkan sebaiknya setiap individu menonsumsi 10 % dari total kalori per hari.

“Misalnya satu orang makan 1700 kalori. Kalau 10% berarti 170 kalori, kalau dijadikan gram gula dibagi empat, itu ya jadi 40 gram,” ujar Fiastuti.

“Itu yang dianjurkan juga oleh Kemenkes, kalau bisa konsumsi gula kita hanya empat sendok makan per hari, jadi kira-kira sekitar 40-45 gram,” imbuhnya.

Baca juga: Bahaya Gula Berlebih di Balik Demam Boba

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.