Mengapa Pekerja Perempuan Butuh Cuti Haid?

Kompas.com - 21/02/2020, 12:17 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Kabar mengenai akan dihapusnya cuti haid bagi pekerja perempuan dalam Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, menjadi pembicaraan. Banyak pekerja perempuan yang khawatir jika hak yang selama ini sudah berlaku tersebut dihapuskan.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah memastikan bahwa aturan terkait hak-hak pekerja, termasuk cuti hamil, cuti haid, cuti menikahkan, dan cuti menikah, tidak dihapus.

Pasalnya, ketentuan-ketentuan tersebut masih tercantum dalam aturan yang berlaku saat ini yaitu Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

"Ketentuan ada di UU 13 2003, cuti hamil, cuti haid, cuti menikahkan, cuti menikah, kami tidak hapuskan itu," kata Ida seperti dikutip Kompas.com (20/2).

Meski tidak semua pekerja perempuan setiap bulan mengambil cuti haid, tetapi hak tersebut sangat dibutuhkan karena tak sedikit yang menderita kram perut setiap datang bulan.

Penyebab kram

Kram perut terjadi karena rahim yang bisa diibaratkan seperti otot yang besar, akan bekerja dua kali lipat setiap kali menstruasi atau berkontraksi.

“Jaringan dinding rahim akan menebal saat ovulasi, tujuannya untuk menyiapkan embrio menempel saat pembuahan. Jika tidak ada pembuahan, maka rahim akan merespon dengan kram sebagai metode untuk mengendalikan perdarahan,” kata dokter Christine Masteron, kepala layanan wanita dan anak di Summit Medical Group, New Jersey, AS.

Jika perempuan mengalami perdarahan menstruasi yang banyak atau ada bekuan darah, rahim akan berkontraksi atau kram untuk mengeluarkannya.

Kontraksi yang terlalu kuat akan menekan pembuluh darah yang paling dekat dengan rahim, memutus suplai oksigen sehingga timbul rasa kram atau nyeri.

Biasanya nyeri haid ini akan dirasakan pada hari pertama atau kedua menstruasi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X