Kompas.com - 24/02/2020, 12:26 WIB
ilustrasi celana dalam shutterstockilustrasi celana dalam
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Biasanya pasangan suami-istri melakukan foreplay untuk "pemanasan", sehingga sang istri bisa memproduksi pelumas alami yang membuat pengalaman bercinta semakin menyenangkan.

Namun tidak hanya wanita, pria juga ternyata bisa mengeluarkan cairan yang keluar sebelum sperma.

Banyak yang bertanya, apakah cairan yang keluar sebelum sperma bisa menyebabkan kehamilan? Padahal, warna cairannya yang bening, menandakan bahwa itu bukanlah sperma. Namun, apakah kehamilan tetap bisa terjadi, jika cairan itu masuk ke dalam vagina?

Cairan yang keluar sebelum sperma adalah cairan pra-ejakulasi. Sebenarnya, cairan yang keluar sebelum sperma ini tidak mengandung sperma. Namun ternyata, sperma bisa “tumpah” ke dalamnya.

Fungsi cairan pra-ejakulasi ini sama seperti cairan yang diproduksi oleh vagina, saat berhubungan seksual, yakni menjadi pelumas yang diproduksi oleh kelenjar di dalam penis. Cairan ini diproduksi sebelum ejakulasi terjadi.

Ketika cairan ini keluar dari penis, bisa saja sperma ikut keluar bersamanya. Faktanya, sebuah studi di tahun 2016, menemukan bahwa sekitar 17% cairan pra-ejakulasi milik para responden, ternyata mengandung sperma.

Sementara itu studi lainnya membuktikan, dari sekitar 27 sampel pra-ejakulasi, 37% di antaranya mengandung sperma. Jadi, apakah cairan yang keluar sebelum sperma bisa mengakibatkan kehamilan? Jawabannya, bisa.

Biasanya, untuk menghilangkan sperma cairan pra-ejakulasi, para pria buang air kecil terlebih dahulu, sebelum melakukan hubungan seksual. Namun, tidak ada yang bisa menjamin, tidak ada sperma dalam cairan pra-ejakulasi, setelah pria buang air kecil.

Baca juga: Terjadinya Kehamilan Tak Segampang Bertemunya Sperma dengan Sel Telur

Cairan yang keluar sebelum sperma muncul tanpa disadari

Berbeda dari ejakulasi, para pria tidak bisa mengontrol waktu keluarnya cairan pra-ejakulasi dari penis. Dengan kata lain, cairan pra-ejakulasi ini akan keluar dengan sendirinya, tanpa disadari.

Walaupun bertindak sebagai pelumas, bukan tidak mungkin bahwa cairan pra-ejakulasi tidak mengandung sperma.

Ketika pasangan suami-istri melakukan hubungan seksual tanpa kondom, cairan yang keluar sebelum sperma ini bisa masuk ke dalam vagina, sambil membawa sperma. Anda maupun pasangan, tidak akan menyadarinya.

Bagaimana cara menghindari kehamilan akibat cairan pra-ejakulasi?

Mencabut penis dari vagina, bahkan sebelum ejakulasi, tidak bisa mencegah cairan pra-ejakulasi menyebabkan kehamilan.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, baik Anda maupun istri tidak akan menyadari bahwa cairan tersebut sudah masuk ke dalam vagina, sambil membawa sperma yang ternyata “menumpang” cairan pra-ejakulasi.

Jika memang Anda dan istri tidak sedang merencanakan kehamilan, ada baiknya menggunakan beberapa metode kontrasepsi berupa:

  • Kondom
  • KB spiral atau intrauterine device (IUD)
  • Pil KB
  • Pil kontrasepsi darurat (the morning after pill) setelah berhubungan seks tanpa pengaman

Beberapa metode kontrasepsi di atas, bisa mencegah dan menurunkan risiko kehamilan tak diinginkan, akibat masuknya cairan pra-ejakulasi yang mengandung sperma, ke dalam vagina.

Baca juga: Seberapa Cepat Ejakulasi Disebut Terlalu Dini?



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X