Kompas.com - 24/02/2020, 18:05 WIB
Ilustrasi ingin buang air kecil Ilustrasi ingin buang air kecil

KOMPAS.com - Seperti diketahui batu ginjal terbentuk ketika kadar garam dan mineral lainnya dalam urin saling menempel.

Seiring waktu, potongan-potongan yang membeku ini dapat membentuk batu dengan ukuran mulai dari butiran seperti pasir atau kerikil kecil hingga bongkahan kerikil.

"Ada yang lunak, ada yang bisa dihancurkan, ada yang lebih kristal dan ada yang lebih padat, seperti batu yang membatu," kata Margaret Pearle, MD, PhD, profesor dan wakil ketua urologi di UT Southwestern Medical Center di Dallas.

Baca juga: 6 Langkah Sederhana Cegah Batu Ginjal

Batu ginjal dapat keluar melalui urin tanpa perlu perawatan. Tetapi ketika sebuah batu tersangkut di tempat yang tak semestinya, terutama di ureter yakni, lorong sempit yang memungkinkan urin bergerak dari ginjal ke kandung kemih, rasa sakitnya bisa menjadi sangat intens.

Batu yang lebih besar bahkan dapat menghalangi aliran urin. Terkadang, batu yang tersisa di ginjal mungkin tidak menyebabkan rasa sakit atau gejala sama sekali.

Selama mereka tidak menghalangi aliran urin atau terkait dengan infeksi, mereka dapat dibiarkan saja.

Berbagai faktor seperti diet, kondisi medis tertentu (termasuk obesitas), dan riwayat keluarga yang ternyata pernah menderita penyakit serupa, dapat meningkatkan risiko untuk mengembangkan batu ginjal.

Salah satu faktor risiko yang paling penting dan mudah diperbaiki adalah dehidrasi.

Meningkatkan asupan air harian dapat mengurangi risiko pembentukan batu ginjal.

Baca juga: 6 Cara Jaga Ginjal Tetap Sehat

Berikut adalah lima gejala utama batu ginjal:

1. Nyeri punggung, samping, atau pangkal paha

Sebuah batu ginjal bisa tidak terdeteksi sampai mulai terasa sakit. Beberapa orang mengatakan sakitnya lebih buruk daripada melahirkan.

Kadang-kadang nyeri batu ginjal dimulai sebagai nyeri tumpul, tetapi dapat dengan cepat meningkat menjadi kram yang parah atau nyeri yang meruncing dan tajam.

Kamu biasanya merasakannya di punggung atau samping, di bawah tulang rusuk. Rasa sakit dapat menyebar ke perut bagian bawah atau selangkangan. Batu ginjal pada pria dapat menyebabkan rasa sakit pada testis atau ujung penis.

"Ini adalah nyeri episodik yang sangat kolik. Ini bisa mengerikan satu menit dan kemudian benar-benar surut berikutnya,” kata Dr. Pearle.

Baca juga: Kaitan Erat antara Kesehatan Jantung dan Ginjal

Ketika sebuah batu mulai beraksi, kamu akan mulai bisa merasakannya.

“Orang-orang dengan batu ginjal tidak duduk diam. Mereka bergerak untuk mencoba menemukan posisi yang lebih nyaman,” kata Dr. Pearle.

Menurut National Library of Medicine, rasa nyeri yang tiba-tiba, termasuk dalam jenis batu ginjal yang parah, yang disebut kolik ginjal, biasanya rasa sakitnya akan berlangsung selama 20 hingga 60 menit.

Baca juga: Inilah 7 Gaya Hidup yang Merusak Ginjal

2. Sering buang air kecil

Terkadang orang dengan batu ginjal menjadi lebih sering buang air kecil banyak. Gejala ini tergantung pada di mana batu itu berada.

"Batu yang dekat dengan kandung kemih akan memiliki banyak gejala kandung kemih yakni, frekuensi, urgensi, lebih sering ke kamar mandi, dan mengeluarkan urin dalam jumlah kecil," ujar Dr. Pearle.

Alasannya? Batu mengiritasi dinding kandung kemih dan itu bermanifestasi sebagai kandung kemih yang berkontraksi. Hal ini menyebabkan kamu selalu merasa ingin buang air kecil.

Baca juga: Beser Saat Cuaca Dingin, Apa Sebabnya?

Jika tidak banyak buang air kecil, kamu mungkin berpikir bahwa kamu sedang mengalami kesulitan buang air kecil.

"Tetapi kontraksi kandung kemih itu dapat terjadi bahkan jika kandung kemih sedang kosong," Dr. Pearle menjelaskan.

"Kecuali jika batu itu sebenarnya ada di uretra, tidak akan ada masalah buang air kecil. Kamu harus selalu membuat urin untuk dibuang,” lanjutnya.

Baca juga: Sering Buang Air Kecil? Mungkin Ini Sebabnya

3. Ada darah dalam urin

Batu ginjal dapat dengan mudah mengiritasi jaringan halus yang melapisi saluran kemih, termasuk di dalam ureter.

Pendarahan yang terjadi bisa sangat signifikan, mikroskopis, atau di suatu tempat di antaranya.

"Kadang-kadang urin akan terlihat sangat merah. Kadang-kadang akan terlihat seperti teh atau cola,” kata Pearle.

4. Nyeri atau terbakar saat buang air kecil

Jika saat kencing terasa sakit, batu ginjal mungkin bisa menjadi penyebabnya. Beberapa orang mengalami nyeri jenis ini saat batu berjalan melalui ureter, semakin dekat ke kandung kemih.

Tapi rasa nyeri juga bisa terjadi karena kamu sedang mengalami infeksi, seperti infeksi saluran kemih. Dalam sebuah penelitian, 8% pasien batu ginjal memang menderita ISK (Infeksi Saluran Kencing). (

Tetapi, jika air seni berbau itu merupakan tanda kamu mungkin memiliki ISK, bukan batu ginjal.

“Kami tidak mendengar orang mengatakan bahwa air seni mereka berbau, ketika mereka memiliki batu," kata Dr. Pearle.

Baca juga: Sering Kencing, Gejala Infeksi Ginjal hingga Gangguan Prostat

5. Demam

Demam bukan gejala umum batu ginjal. Jika kamu demam, ada kemungkinan kamu mengalami infeksi.

Orang dengan batu ginjal dapat mengalami demam, jika batu menghalangi aliran urin. Jika itu yang terjadi, ini adalah situasi darurat.

"Antibiotik tidak dapat menembus ginjal yang tersumbat, jadi kamu harus meredakan sumbatan itu," Dr. Pearle menjelaskan.

Dalam beberapa kasus, gelombang kejut lithotripsy, yang menggunakan gelombang suara untuk memecah batu menjadi potongan-potongan kecil yang kemudian membuangnya melalui urin, dapat digunakan untuk menghilangkan batu ginjal yang menghalangi itu.

Ada juga cara lain, yakni dokter memasuki saluran kemih dan menjerat batu atau memecahnya menjadi potongan-potongan dengan laser.

Batu-batu besar dapat dihilangkan dalam prosedur bedah dengan membuat luka kecil di punggung.

Baca juga: Hati-hati, Lari Maraton Bisa Sebabkan Kerusakan Ginjal

Kapan harus menemui dokter?

Orang-orang sering mencari pertolongan medis dengan segera untuk batu ginjal, karena rasa sakit yang luar biasa dan mual yang mereka alami.

Jika mereka belum pernah memiliki batu sebelumnya, gejalanya bisa sangat menakutkan. "Banyak yang akan mengatakan, 'Saya pikir saya sedang sekarat,'" kata Dr. Pearle.

Selalu cari pertolongan medis segera jika kamu merasakan sakit parah, muntah, perdarahan, atau tanda-tanda infeksi.

Batu yang lebih kecil seringkali akan keluar sendiri. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melewati batu ginjal bervariasi pada setiap orang dan berdasarkan ukuran dan lokasi batu.

Baca juga: Bahaya Jangka Panjang Bubuk Protein bagi Ginjal

Jika batu terlalu besar untuk lewat sendiri atau menyebabkan masalah lain, kamu mungkin perlu menghilangkannya dengan operasi batu lithotripsy.

Jika tidak ditangani, batu ginjal dapat menyebabkan kerusakan ginjal jika menghambat aliran urin.

Beberapa dokter menyarankan minum obat penghilang rasa sakit dan meningkatkan asupan air setiap hari untuk membantu menghilangkan massa yang bermasalah.

Jika kamu muntah, kamu mungkin mengalami dehidrasi, jadi cairan tambahan diperlukan.

Baca juga: Obesitas? Lakukan Ini untuk Cegah Penyakit Ginjal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Health
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.