Kompas.com - 24/02/2020, 18:41 WIB

KOMPAS.com— Pernahkan kamu mencium bau tak sedap setelah buang air kecil?

Ya, urine bisa berbau karena sejumlah alasan. Banyak dari temuan itu memang tidak mengindikasikan ada kondisi yang berbahaya.

Kendati demikian, dalam beberapa kasus, urine berbau bisa menjadi tanda bahwa sesuatu yang lebih serius sedang terjadi.

Baca juga: Perhatikan, Warna Urine Cerminkan Kondisi Kesehatanmu...

Berikut adalah sembilan hal yang mungkin menjadi penyebab berbaunya air kencing.

1. Dehidrasi

Sonia Dutta, MD, urogynecologist di NorthShore University HealthSystem di Illinois, Amerika Serikat mengatakan, tidak cukup minum H2O adalah penyebab utama urine berbau.

Urine adalah kombinasi dari produk air dan limbah. Jadi ketika kamu mengalami dehidrasi, urine memiliki lebih sedikit air dalam kaitannya dengan produk limbah."

"Kondisi inilah yang dapat membuat urine yang berbau," kata Dutta.

Kita juga dapat memeriksa warna urine untuk memastikan apakah kita mengalami dehidrasi.

Jika berwarna kuning seperti madu, atau bahkan jingga gelap, kita mungkin perlu menambah asupan air.

Baca juga: Kenali Penyebab Dehidrasi pada Anak

Tetapi, jika itu adalah warna jerami pucat atau warna kuning transparan, tandanya tubuh sudah terhidrasi dengan baik, yang berarti urine bisa berbau karena alasan lain.

2. Makan makanan tertentu

Asparagus terkenal membuat urine berbau. Tetapi jika sayuran ini tidak membuat kencing berbau, itu normal juga.

Dutta mengatakan, setiap orang mencerna makanan secara berbeda, dan beberapa bisa "lolos" dengan makan asparagus tanpa ada perubahan dalam urine mereka.

"Kemungkinan besar karena tubuh mereka tidak memiliki enzim yang dibutuhkan untuk memecah sepenuhnya," ujar dia.

Tetapi yang lain memiliki enzim, dan ketika orang-orang mencerna asparagus, “tubuh mereka membuat sesuatu yang disebut metabolit belerang."

"Kondisi ni yang dapat membuat urine memiliki bau belerang atau amonia,” imbuh dia.

Makanan lain, seperti kubis brussel, bawang, bawang putih, kari, salmon, pete, jengkol dan alkohol, dapat memiliki efek serupa.

Baca juga: Sederet Manfaat Bawang Merah yang Mungkin Kamu Belum Tahu

Dutta menyarankan untuk meminum banyak air saat menyantap makanan yang kita tahu akan membuat kencing berbau.

Air akan mencairkan urine, sehingga bau busuk tidak akan begitu tercium.

3. Minum kopi

Kebiasaan kopi bisa membuat kencing berbau. Metabolit kopi, atau produk sampingan yang berasal dari kopi ketika dipecah dalam tubuh, dapat membuat urine berbau.

Namun lagi-lagi reaksi ini tak terjadi pada tubuh semua orang.

Kopi juga bersifat diuretik, artinya membuat kita harus banyak buang air kecil, membilas tubuh dengan cairan, dan sodium ekstra.

Diuretik dapat menyebabkan dehidrasi, jadi selain bau dari metabolit kopi itu, kencing mungkin juga berbau busuk karena lebih terkonsentrasi daripada biasanya.

Baca juga: Bagaimana Membuat Kopi Jadi Lebih Sehat

Disarankan, untuk minumlah segelas air dengan mineral yang tinggi sebelum menyeduh kopi di pagi hari untuk menangkal dehidrasi.

4. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika bakteri masuk ke sistem kemihmu melalui uretra dan kemudian mulai berkembang biak di kandung kemih.

Bakteri, tentu saja, dapat membuat kencing berbau tidak enak.

Namun, Dutta mengatakan jika seseorang menderita ISK, maka biasanya akan ada lebih banyak gejala daripada hanya bau urine.

Bakteri yang sama juga bisa membuat kita lebih sering buang air kecil, memberikan sensasi terbakar ketika kencing, dan bahkan mengubah urine menjadi keruh atau bahkan berdarah.

5. Infeksi jamur

Jamur adalah mikroorganisme yang secara alami hidup di berbagai bagian tubuh, termasuk vagina.

Tetapi ketika ragi tumbuh di luar kendali, mereka dapat memicu infeksi.

Baca juga: Tips Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan untuk Cegah Infeksi

Infeksi ragi terjadi di vagina, tetapi karena uretra sangat dekat dengan lubang vagina, urine dapat mengambil aroma dari infeksi "tetangga".

Seperti halnya ISK, infeksi jamur biasanya disertai dengan gejala lain, seperti gatal, kemerahan, pembengkakan pada vagina dan vulva, dan keputihan yang kental.

6. Infeksi menular seksual

"Beberapa IMS dapat menyebabkan uretritis, atau radang uretra," kata Dutta.

"Apa pun yang menyebabkan peradangan atau iritasi berpotensi dikaitkan dengan bakteri atau nanah atau perdarahan, yang dapat mengubah bau urine,” imbuh dia.

Chlamydia, trikomoniasis, dan gonore adalah IMS yang paling sering menyebabkan uretritis.

Namun, jika pun IMS tidak menyebabkan uretritis, urine masih bisa mengeluarkan bau dari iritasi pada vagina.

7. Batu ginjal

Siapa pun yang menderita batu ginjal tahu betapa menyakitkan saat batu keluar bersama urine.

Batu ginjal terbentuk ketika garam dan mineral lain yang ditemukan dalam urine menempel bersama dan membentuk deposit batu yang keras.

Mereka bisa sekecil butiran seperti pasir atau sebesar kerikil penuh.

Baca juga: Agar Ginjal Sehat, Hindari 7 Kebiasaan Buruk Ini

"Batu ginjal dapat mengumpulkan bakteri dan menyebabkan infeksi atau terkadang berdarah," kata Dutta.

"Itu kemudian bisa mengubah seperti apa bau urine,” lanjut dia.

Gejala lain dari batu ginjal termasuk sakit punggung, samping, atau pangkal paha; mual atau muntah; sering buang air kecil; darah dalam urin; rasa sakit dengan buang air kecil; dan demam.

"Batu ginjal tidak hanya menjadikan urine yang berbau. Akan ada gejala lain juga,” kata Dutta.

Batu-batu biasanya masuk dalam urine tanpa perlu kendali. Tetapi, mencari pertolongan medis jika mengalami sakit parah, muntah, pendarahan, atau tanda-tanda infeksi adalah pilihan terbaik.

8. Diabetes

Orang yang memiliki diabetes yang tidak terdiagnosis akan menumpahkan gula ke dalam urine.

Hal itu terjadi karena tubuh tidak dapat memproses gula dengan cara yang terjadi pada kebanyakan orang.

Ini berarti terjadi kelebihan glukosa dalam darah, yang dicoba dikeluarkan oleh tubuh melalui urine.

Baca juga: 4 Manfaat Jamur untuk Penderita Diabetes

"Ketika kita memiliki gula ekstra dalam urine, itu akan memberinya aroma manis dan buah," kata dia.

Orang dengan diabetes yang tidak terkontrol kemungkinan juga akan mengalami peningkatan urgensi atau frekuensi kencing, karena gula mengiritasi kandung kemih.

Temuilah dokter secepatnya jika merasa sebagai penderita diabetes.

9. Vitamin

Dutta mengatakan, banyak orang memperhatikan bau urine mereka berbeda setelah mengonsumsi vitamin.

Ini menjadi cara yang sama seperti orang yang mendeteksi bau urine "berbeda" setelah makan makanan tertentu.

Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika memang vitaminlah yang membuat kencing berbau. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Health
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.