Kompas.com - 25/02/2020, 19:34 WIB
Ilustrasi demam berdarah, nyamuk aedes aegypti. Ilustrasi demam berdarah, nyamuk aedes aegypti.

KOMPAS.com - Virus dengue penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu virus yang amat terkenal, karena kerap muncul di tengah masyarakat.

Sejalan dengan kemasyuran DBD dan virusnya tersebut, ada sederet informasi yang tak seluruhnya benar, memang sebagian adalah fakta, namun sisanya adalah hoax.

Sebagai orangtua tentu pemahaman lebih dalam mengenai dengue dan DBD bisa menjadi modal yang baik dalam hal pencegahan dan penanganan masalah ini.

Baca juga: Vaksin Dengue Perlu Jadi Bagian dari Upaya Pencegahan DBD

Nah, berikut ini adalah sejumlah mitos dan fakta yang ada di sekitar persoalan DBD.

Mitos:

Dengue menyerang lebih sering menyerang orang yang lebih tuah, daripada orang muda yang berusia di bawah 45 tahun.

Dr Leong Hoe Nam, seorang ahli penyakit menular dari Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Singapura menyebut, penting untuk memisahkan antara fakta dan mitos.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Risiko terkena penyakit ini adalah nyamuk, dan bukan usia. Itu sangat tergantung pada siapa yang digigit nyamuk."

Baca juga: Agar Anak Aman Bermain tanpa Gigitan Nyamuk

"Ada peluang yang sama bagi semua orang, tanpa memandang usia, untuk terkena demam berdarah,” tegas dia.

Fakta:

DBD berdampak lebih buruk pada lansia, daripada orang muda berusia 45 tahun ke bawah

“Adalah umum bagi seorang muda untuk menderita demam berdarah, dan -bahkan, tidak menyadarinya, hanya karena penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas."

“Alasan lebih banyak orang lanjut usia meninggal karena demam berdarah adalah karena sistem kekebalan tubuh mereka yang secara alami lebih lemah," kata Nam.

“Juga, sistem kekebalan tubuh pada orang lanjut usia, harus 'berurusan' dengan berbagai macam masalah lain."

Dia menyebut, ada tekanan darah tinggi, diabetes dan penyakit jantung, sebagai penyakit yang datang seiring bertambahnya usia.

Baca juga: Waspadai Penyakit DBD, Kenali Virus, Gejala Awal, dan Pencegahannya

"Semua masalah yang ada ini menyulitkan proses melawan penyakit pada orang lanjut usia, dan menyebabkan perjuangan besar untuk tubuh yang sudah lemah," sambung dia.

Mitos:

Demam berdarah hanya menyerang bagian-bagian wilayah tertentu. 

“Seseorang dengan demam berdarah otomatis menjadi hot spot. Memang benar bahwa jika kita tinggal di kluster demam berdarah aktif, kemungkinan tertular demam berdarah lebih tinggi."

“Namun, demam berdarah bisa menyebar dengan sangat mudah. Hanya satu orang yang terinfeksi dapat mengubah sebuah area menjadi terjangkit demam berdarah aktif," kata Nam.

Mitos:

Semprotan atau lotion penolak nyamuk akan membuat kita tetap aman dari DBD.

“Penolak nyamuk membantu mengurangi gigitan nyamuk dan, pada gilirannya, mengurangi risiko tertular demam berdarah."

Baca juga: Gejala Leukemia Sering Dikira Penyakit DBD

"Tetapi banyak orang lupa bahwa keringat dapat melunturkannya, sehingga lotion itu menjadi tidak efektif,” cetus Nam.

Fakta:

Nyamuk Aedes aegypti menggigit orang hanya dalam sehari

"Ya, nyamuk itu mengigit di siang hari, dan berbeda dengan dengan nyamuk Anopheles, penggigit malam hari, yang menyebarkan malaria," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.