Kompas.com - 26/02/2020, 10:25 WIB
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Banjir bukan hanya mengakibatkan bangunan dan fasilitas umum rusak berat. Dampak banjir juga bisa membahayakan tubuh karena air kotor yang tergenang merupakan sarang berbagai kuman penyebab bermacam-macam penyakit.

Bakteri seperti E. coli, Salmonella, Leptospira, dan Shigella adalah yang paling banyak ditemui pada air banjir. Tak tertutup kemungkinan juga di dalam air banjir terdapat agen penyebab penyakit Hepatitis A, tipes, hingga tetanus.

Ketika sistem imun kita lemah, kuman ini dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang diawali dengan gejala-gejala, seperti mual, muntah, diare, kram perut, nyeri otot, hingga demam.

Kebanyakan sakit saat banjir disebabkan oleh ketidaksengajaan kita mengonsumsi makanan atau minuman yang terkena air banjir.

Saat mengalami keracunan makanan atau minuman ini, kita akan menderita pusing, mual, lemah, mudah lelah, hingga muncul bintik kemerahan pada kulit.

Bila kamu adalah salah satu korban banjir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir dampak banjir yang membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan.

Hindari kontak dengan air banjir

Kuman dan mikroorganisme berbahaya lain sangat mungkin ada di dalam air yang tergenang. Belum lagi, kemungkinan adanya aliran listrik maupun hewan berbahaya seperti ular, mungkin mengintai dari dalam air banjir.

Jika harus berkutat di tengah banjir, kenakan sepatu (bukan sendal jepit apalagi telanjang kaki), terutama sepatu boots. Perhatikan sumber-sumber tegangan listrik yang berada di dekatmu dan sebisa mungkin hindari mendekati titik tersebut.

Baca juga: Banjir Datang Lagi, Waspadai Munculnya Penyakit-penyakit Ini

Jangan gunakan air banjir

Sekalipun berada dalam kondisi darurat, jangan pernah gunakan air banjir untuk mencuci piring, menggosok gigi, apalagi dijadikan campuran dalam makanan atau minuman. Pastikan selalu menggunakan air bersih yang tidak terkontaminasi oleh air banjir.

Buang makanan atau minuman yang sudah terkena air banjir. Jika ragu apakah makanan atau minuman yang ada sudah terkontaminasi atau tidak, tetap jangan konsumsi makanan atau minuman tersebut.

Cuci tangan

Meski dampak banjir dapat merusak fasilitas air bersih, sebisa mungkin tetap cuci tangan menggunakan sabun setelah melakukan kontak dengan air banjir. Hal yang sama juga harus dilakukan setelah ke toilet dan sebelum makan.

Tutup luka pada kulit

Jika memiliki luka terbuka pada kulit, pastikan luka itu tertutup sebelum bersentuhan dengan air banjir. Ingat, salah satu dampak banjir adalah penyakit tetanus.

Bakteri penyebab tetanus yang berada di air banjir dapat masuk ke tubuh lewat luka yang terbuka tersebut.

Setelah berada di air banjir, periksalah apakah luka itu mengalami infeksi atau tidak. Luka yang infeksi biasanya ditandai dengan rasa sakit yang kian hebat, kebas, bengkak, kemerahan, menjadi berair (atau bernanah), hingga menyebabkan demam.

Bila memungkinkan, periksakan kondisi ke dokter terdekat. Dokter mungkin akan menanyakan riwayat imunisasi tetanus, kemudian menyuntikkan vaksin tersebut jika diperlukan.

Baca juga: Waspada 7 Penyakit Ini Bila Anak Terpapar Banjir

Gunakan losion nyamuk

Gunakan losion yang mengandung DEET atau Picardin. Bila tidak ada losion nyamuk, kita dapat menggunakan baju dan celana untuk menghindari gigitan nyamuk yang dapat mengakibatkan munculnya berbagai penyakit, seperti demam berdarah dan malaria.

Selain nyamuk, kita juga harus mewaspadai munculnya hewan-hewan lain karena naiknya air hujan, seperti kecoa, cacing, kelabang, tikus, hingga ular.

Bila dampak banjir tidak memungkinan untuk tetap tinggal di dalam rumah yang kebanjiran, mengungsilah untuk sementara waktu. Apalagi bila persediaan makanan dan air bersih kian menipis.

Hubungi nomor darurat milik badan penanggulangan bencana banjir terdekat dari lokasi untuk segera dievakuasi.

Baca juga: Lakukan Ini untuk Mencegah Penyakit Pasca-banjir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.