Usai New Balance, Akankah Liverpool Pakai Jersey "Pasaran" dengan Nike

Kompas.com - 26/02/2020, 13:57 WIB
Roberto Firmino pada laga Tottenham Hotspurs vs Liverpool. AFP/GLYN KIRKRoberto Firmino pada laga Tottenham Hotspurs vs Liverpool.

KOMPAS.com - Penggemar Liverpool khawatir jika pada musim kompetisi tahun depan, klub sepakbola mereka bakal memakai jersey yang "pasaran" seperti klub di banyak liga lain.

Pasalnya, setelah beralih dari Warrior ke New Balance, tahun depan The Reds bakal mengenakan jersey bikinan Nike.

Padahal, selama ini para pemain Liverpool -yang kini memuncaki liga Inggris, dikenal memiliki jersey ikonik yang khas, dan tak dimiliki banyak klub lain, baik saat Warrior maupun NB.

Baca juga: Liverpool Tergiur Uang dari Nike, dan Campakkan New Balance?

Tak hanya ikonik, kedua merek tersebut pun dinilai sukses merepresentasi penggabungan sejarah Liverpool dengan gaya masa kini, ke dalam sebuah paket jersey.

Bahkan, jersey kit tandang dan alternate mereka pun dikenal unik, -meskipun tidak selalu mendapatkan rasa yang sama bagi semua orang.

Tapi, setidaknya desain tersebut memiliki kombinasi warna yang tak biasa dengan pola yang menarik.

Sekarang, The Reds beralih ke Nike -sebuah merek ternama yang menjadi pegangan bagi banyak klub dunia.

Baca juga: New Balance Rilis Koleksi Perayaan Kesuksesan Liverpool di Eropa

Sebutlah, seragam Inter Milan, kaus tim nasional Brasil yang ikonik, juga kreasi untuk klub Juventus dan Barcelona, serta -tak lupa, jersey Nigeria yang sangat populer di Piala Dunia 2018.

Namun demikian, banyak jersey klub yang diproduksi Nike dalam beberapa musim terakhir terlihat sama dan "seragam", dan hanya mengandalkan perbedaan warna dan logo saja. 

Itulah yang membuat fans Liverpool khawatir, bahwa jersey kebanggaan mereka akan menjadi  "salah satu dari banyak" jersey Nike lain, dan diproduksi dalam jumlah besar.

Kendati demikian, kelihatannya kekhawatiran itu tak bakal terjadi. Apalagi, untuk pertama kalinya di era Liga Premier Inggris, jersey tersebut bakal dipakai oleh -hampir pasti- juara bertahan. 

Baca juga: Levis Gandeng Liverpool FC dalam Kerjasama Seni

Heidi Burgett, Direktur Senior Nike, mengunggah komentar melalui Twitter, dengan menyebut, cetakan template untuk sebuah jersey tak akan terjadi, dan diganti dengan beberapa opsi hasil kreasi para desainer mereka. 

“Kami membuang template. Untuk kit 2020, desainer Nike memiliki 65 opsi tersedia bagi mereka."

"Mulai dari desain garis leher, lengan, manset, penempatan logo dan lain-lain. Dari cetakan yang digambar tangan hingga font khusus, sehingga tampilan masing-masing tim akan menjadi 'milik mereka sendiri'. "

Berbarengan dengan itu. Heidi Burgett pun mengunggah beberapa contoh jersey kit baru yang sudah diproduksi Nike untuk tahun 2020.

Secara umum terlihat kreasi itu mewakili beragam pendekatan dari para desainer, dan berbeda satu sama lain.

Baca juga: Inspirasi Jersey Tandang Liverpool dalam Sepasang Sneakers

Tentu, kondisi ini menjadi wawasan yang menarik tentang filosofi perubahan di balik pembuatan jersey baru.

Selain penggemar Liverpool, para pendukung sepakbola di dunia pasti akan lebih suka jika tim mereka memakai seragam yang tidak "pasaran".

Realisasi dari janji ini akan menjadi hal yang menarik di era baru bagi The Reds, dalam hal dominasi di dalam maupun di luar lapangan.

Kita nantikan...

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X