8 Cara Terhindar dari Ketindihan Saat Tidur

Kompas.com - 26/02/2020, 20:49 WIB
Ilustrasi ketindihan shutterstockIlustrasi ketindihan
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Kelumpuhan saat tidur atau sleep paralysis adalah gangguan tidur yang dapat menjadi penyebab susah tidur. Sleep paralysis umumnya dihubungkan dengan fenomena ketindihan oleh makhluk halus.

Namun, sleep paralysis secara ilmiah merupakan salah satu gangguan tidur yang sama sekali tidak berkaitan dengan ketindihan makhluk tak kasat mata. Akan tetapi, ketakutan karena sleep paralysis dapat membuat penderitanya susah tidur malam hari.

Mengatasi rasa takut karena ketindihan dapat dilakukan dengan menerapkan cara tidur nyenyak agar bisa mencegah kemunculan penyebab susah tidur berupa sleep paralysis.

Kita tidak perlu khawatir karena gangguan tidur yang satu ini masih dapat diatasi. Terdapat beberapa cara cepat tidur atau cara agar nyenyak dan terbebas dari gangguan tidur sleep paralysis, yaitu:

1. Selalu tidur dengan jadwal yang sama

Salah satu cara cepat tidur adalah dengan tidur dengan jadwal yang sama, yaitu bangun dan tertidur di jam yang sama setiap harinya, bahkan saat hari libur atau akhir pekan sekalipun.

Pastikan juga tidur tidak terganggu, karena sering terbangun di malam hari berisiko meningkatkan peluang mengalami gangguan tidur sleep paralysis. Tidak hanya itu, kita juga perlu tidur selama kurang lebih 6-8 jam tiap malamnya.

2. Relaksasi

Ilustrasi meditasiZinkevych Ilustrasi meditasi
Tenangkan diri sebagai cara mengatasi rasa takut akibat sleep paralysis. Gangguan tindihan adalah suatu gangguan tidur yang menakutkan, tetapi penyebab susah tidur ini merupakan suatu hal yang masih bisa diatasi.

Kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang menenangkan, seperti pelemasan atau relaksasi otot, meditasi, mendengarkan lagu, membaca, dan sebagainya.

Kegiatan-kegiatan tersebut dapat membantu mengatasi rasa takut karena sleep paralysis. Bila pernah memiliki pengalaman ketindihan sebelumnya, maka relaksasi membuat kita lebih tenang ketika mendekati waktu tidur.

3. Perhatikan kebiasaan tidur

Cara cepat tidur atau cara agar bisa tidur sangat bergantung dengan kebiasaan tidur yang diterapkan. Jadikan kamar tidur sebagai tempat untuk beristirahat dan bukan untuk bekerja ataupun belajar.

Hindari juga tidur siang yang lebih dari 90 menit di atas jam tiga sore, serta hindari makan malam yang berat atau mengonsumsi makanan saat dua jam sebelum tidur agar tidak kesulitan tidur di malam harinya.

Saat akan beristirahat, jangan tidur dengan lampu atau televisi yang masih menyala. Singkirkan benda-benda elektronik, seperti telepon genggam setidaknya satu jam sebelum tidur.

Lebih baik lagi jika kita menaruhnya di luar kamar tidur. Cahaya-cahaya tersebut akan membuat terjaga walaupun sudah mengantuk.

4. Buat suasana nyaman di kamar

Panel mosaik kayu di dinding kamar tidur www.tidyawaytoday.co.uk Panel mosaik kayu di dinding kamar tidur
Kamar tidur yang nyaman akan membantu sebagai cara cepat tidur yang dapat membantu menghindarkan kita dari gangguan tidur sleep paralysis.

Kita dapat membuat suasana lebih nyaman untuk beristirahat dengan memastikan kamar tidur cukup bersih, sejuk, dan memiliki pencahayaan yang redup.

5. Kurangi konsumsi stimulan

Salah satu penyebab susah tidur yang dialami bisa jadi karena konsumsi stimulan, seperti rokok, kafein, dan zat-zat stimulan lainnya. Sebaiknya hindari zat-zat tersebut, terutama saat menjelang tidur.

Selain zat-zat stimulan, alkohol dan makan dalam jumlah banyak, khususnya sebelum tidur, juga mampu membuat susah tidur malam hari.

Kita perlu menghindari atau bahkan tidak mengonsumsi zat-zat tersebut bila mengalami gangguan tidur.

6. Berolahraga

Berolahraga tidak hanya baik untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga membantu mengatasi susah tidur malam yang dialami.

Berolahraga dapat menjadi cara cepat tidur yang dapat dilakukan, tetapi jangan berolahraga dua jam menjelang akan tidur.

7. Posisi tidur

Ilustrasi tidur.Shutterstock Ilustrasi tidur.
Posisi tidur dapat menentukan bagaimana kita bisa tidur dengan nyenyak. Sebaiknya hindari tidur terlentang karena sebagian besar orang yang mengalami gangguan tidur sleep paralysis beristirahat dengan posisi terlentang .

Namun, beberapa orang mengalami sleep paralysis saat tertidur dengan posisi menyamping atau tengkurap. Kita mungkin perlu untuk memilih posisi tidur mana yang lebih nyaman dan sesuai.

8. Goyangkan jari-jari

Saat mengalami gangguan tidur sleep paralysis, jangan panik dan cobalah untuk menggerakkan jemari dan jari kaki. Menggoyangkan jemari dan jari kaki dapat membantu untuk membangunkan kita dari tidur.

Konsultasikan kepada ahli

Bila gangguan tidur sleep paralysis yang dialami sulit diatasi dengan cara-cara cepat tidur di atas, maka konsultasikan dengan psikiater atau psikolog. 

Kamu bisa jadi mengalami gangguan tidur atau gangguan mental yang dapat memicu gangguan tidur sleep paralysis.

Pada kasus tertentu, gangguan tidur yang dialami bisa dikarenakan kecemasan pada kehidupan sehari-hari yang dirasakan. Diskusikanlah dengan psikolog atau psikiater jika mengalami kecemasan yang mengakibatkan gangguan tidur.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X