Kompas.com - 28/02/2020, 07:16 WIB
Duta Kehormatan UNICEF David Beckham tertawa bersama Sripun (15) dan temannya, Ego, di rumah nenek Ego di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 27 Maret 2018. Sripun diunjuk oleh lingkungannya untuk menjadi agen perubahan dan berpartisipasi dalam program anti-bullying yang diinisiasi UNICEF. dok. UNICEF/Indonesia/ModolaDuta Kehormatan UNICEF David Beckham tertawa bersama Sripun (15) dan temannya, Ego, di rumah nenek Ego di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 27 Maret 2018. Sripun diunjuk oleh lingkungannya untuk menjadi agen perubahan dan berpartisipasi dalam program anti-bullying yang diinisiasi UNICEF.
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Orang-orang selalu menyarankan agar kita sering tersenyum. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa senyum adalah ibadah. Terlepas dari persoalan itu, manfaat senyum memang dahsyat untuk hati, pikiran, jiwa, dan raga.

Ada banyak alasan agar kita lebih sering tersenyum, yang bisa dirasakan untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Berikut ini alasan mengapa kita harus sering tersenyum untuk diri yang lebih bahagia:

1. Mengikis stres

Kita cenderung tersenyum saat bahagia dan gembira aja. Padahal, senyum dan kebahagiaan sebenarnya memiliki hubungan timbal balik. Senyum tak hanya membuat raut muka terlihat lebih ‘cerah’, namun juga diyakini membantu meredakan stres.

Percaya atau tidak, senyum membantu meredakan stres walau kita mungkin tak tahu lagi caranya untuk tersenyum saat pikiran gundah. Tak hanya untuk diri sendiri, namun juga bagi orang-orang di sekitar.

2. Menaikkan mood

Di waktu-waktu merasa sedih, cobalah lengkungkan bibir untuk tersenyum. Bukan tak mungkin suasana hati atau mood akan membaik. Senyum dapat ‘menipu’ tubuh untuk menaikkan mood karena aktivitas ini mengaktifkan penyampaian sinyal di otak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebuah senyuman dapat memancing dilepaskannya neurotransmitter (senyawa penyampai pesan) seperti senyawa dopamin dan serotonin yang dapat meningkatkan suasana hati. Dipercaya bahwa senyuman dapat bertindak sebagai antidepresan alami.

Baca juga: 7 Alasan untuk Lebih Banyak Tersenyum dan Tertawa

3. Membuat hati lebih senang

Selain dilepaskannya neurotransmitter dopamin dan serotonin, tersenyum juga membantu dilepaskannya pereda nyeri alami di tubuh, yaitu senyawa endorfin.

Kombinasi senyawa-senyawa kebahagiaan tersebut membantu kita lebih rileks karena membantu mengurangi nyeri fisik. Tak heran, banyak orang menyebutkan senyum adalah obat alami.

4. Meningkatkan imun tubuh

Tak hanya untuk kesehatan psikologis, manfaat senyum juga bisa berefek pada sistem daya tahan tubuh manusia.

Disebutkan bahwa senyuman meningkatkan sistem imun karena membantu kita untuk lebih tenang dan rileks, sebagai efek dari dilepaskannya neurotransmitter di otak.

Baca juga: Tersenyum Bisa Bikin Bahagia, Mengapa?

5. Membantu kita terlihat lebih menarik

Sebagai bonus dari manfaat senyum untuk kesehatan psikologis dan medis, senyuman juga juga memberikan kebaikan untuk penampilan diri.

Senyuman akan membantu kita terlihat lebih menarik dan atraktif. Itulah sebabnya, kita seringkali lebih nyaman berdekatan dengan orang yang tersenyum.

6. Membantu kita terlihat lebih muda

Senyuman tak hanya membuat kita lebih menarik, namun juga membantu terlihat lebih muda. Otot yang kita gunakan untuk tersenyum membantu mengangkat wajah, sehingga terlihat lebih muda.

7. Senyum itu menular

Senyuman yang kita berikan tak hanya baik untuk kesehatan diri. Nyatanya, lengkungan bibir  sebenarnya juga dapat mengubah mood orang di sekitar serta mencerahkan suasana.

Bagian otak kita yang bertugas dalam mengontrol ekspresi wajah merupakan bagian dari area respons otomatis tak sadar. Itulah sebabnya, kita seringkali tak sadar saat ikut tersenyum saat melihat orang lain tersenyum.

Baca juga: Manfaat Tersenyum dan Tertawa bagi Kesehatan

8. Meningkatkan rasa percaya diri

Berbagai kajian ilmiah telah menemukan orang yang sering tersenyum terlihat lebih percaya diri. Hal ini juga berujung pada kesuksesan dalam performa pekerjaan.

Oleh sebab itu, berusahalah selalu tersenyum di hadapan kolega, pelanggan, klien, hingga atasan, yang mungkin memberikan respon positif dari mereka terhadap Anda.

9. Membantu mental senantiasa positif

Saat membaca ini, buat diri Anda tersenyum. Kemudian, pikirkan hal negatif tanpa berhenti tersenyum. Pasti sulit, bukan?

Saat tersenyum, walau senyum itu memang alami atau “dibuat-buat”, otak dan seluruh tubuh akan menerima pesan seolah-olah hal baik terjadi pada diri kita dan kita tengah gembira. Itulah sebabnya, senyum dan kebahagiaan memiliki hubungan dua arah atau timbal balik.

Seperti penggalan Charlie Chaplin dalam lagunya, “You’ll find that life is still worthwhile
if you’ll just smile…”, senyum memberikan manfaat bagi kita untuk terus menjalani hari.

Memang sulit untuk tersenyum saat kita gundah. Tak apa pula untuk mengakui bahwa kita tengah bersedih. Namun, setelah itu, cobalah untuk tersenyum, yang mungkin berefek baik pada diri.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X