Aice Klaim Perhatikan Kesehatan Karyawan Hamil

Kompas.com - 28/02/2020, 10:47 WIB
Pabrik kedua PT Aice Ice Cream Jatim Industry, di Mojokerto, JawaTimur. KOMPAS.comPabrik kedua PT Aice Ice Cream Jatim Industry, di Mojokerto, JawaTimur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh ratusan anggota Serikat Gerakan Buruh Bumi Indonesia PT. Alpen Food Industry (SGBBI PT AFI) semakin menjadi perbincangan hangat, termasuk di media sosial.

Adapun PT AFI merupakan produsen es krim Aice.

Mogok kerja berkaitan dengan sejumlah tuntutan yang mengarah pada pelanggaran aturan ketenagakerjaan. Mulai dari upah hingga isu pelanggaran aturan kerja bagi buruh hamil yang menyebabkan sejumlah buruh mengalami keguguran.

Hal itu dibantah oleh PT AFI. Legal Corporate PT AFI, Simon Audry Halomoan Siagian meyakini, pihaknya sudah memenuhi ketentuan yang disebutkan dalam Pasal 72 UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

Baca juga: Aice Angkat Bicara terkait Aksi Mogok Kerja Para Buruh

Legal Corporate PT AFI, Simon Audry Halomoan Siagian (tengah) bersama tim dari PT AFI (es krim Aice) ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2020).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Legal Corporate PT AFI, Simon Audry Halomoan Siagian (tengah) bersama tim dari PT AFI (es krim Aice) ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2020).

Isi pasal tersebut adalah tentang larangan pengusaha mempekerjakan pekerja perempuan hamil masuk pada shift malam (23.00-07.00) jika menurut keterangan dokter berbahaya.

Pasal yang sama mewajibkan perusahaan memberi buruh perempuan yang bekerja shift malam dengan makanan bergizi. Termasuk pada buruh hamil yang masih bekerja pada shift malam, karena kandungannya dinyatakan tidak berisiko oleh dokter.

"Kami sudah lakukan itu. Kami selalu berikan susu kotak dan makanan yang bergizi setiap malam entah roti atau makanan lain dalam rangka suplai gizi ibu-ibu yang mengandung," kata Simon ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2020).

Selain itu, tambahnya, setiap dua minggu sekali mereka secara khusus mendatangkan bidan. Ia menyebut PT AFI juga menyediakan perawat dan dokter di unit pelayanan kesehatan setiap harinya untuk memastikan kesehatan buruh, tak terkecuali buruh hamil.

Baca juga: Bekerja Shift Malam Selama Kehamilan, Apa Efeknya?

Berdasarkan catatan perusahaan, terdapat 14 dari 91 buruh hamil yang mengalami keguguran. Angka itu mereka akui cukup tinggi.

Oleh karena itu, untuk memastikan penyebabnya, manajemen memutuskan melakukan Medical Check Up oleh RS Omni khusus pada buruh hamil yang mengalami keguguran.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X