Kompas.com - 03/03/2020, 16:05 WIB
Ilustrasi makanan manis tataksIlustrasi makanan manis

Peneliti studi, Esther González-Padilla menjelaskan, bahwa memasukkan gula tambahan dilakukan untuk melihat efek keseluruhan terhadap kualitas makanan.

Gula yang dimaksud bukanlah gula alami dari sumber makanan atau minuman, melainkan gula yang ditambahkan melalui proses tertentu atau pembuatan di meja, yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan oleh kita.

Meski begitu, untuk dapat memastikan batas asupan gula tambahan yang jelas, asupan mikronutrien perlu diturunkan dan dicatat. Hal inilah yang belum dilakukan dalam penelitian ini.

"Meskipun studi ini belum cukup untuk mengubah rekomendasi konsumsi gula, studi ini memperkaya pengetahuan kita tentang makanan dan dampaknya pada tubuh untuk kemudian menyesuaikan rekomendasi di masa depan," ungkap González-Padilla.

Baca juga: Konsumsi Makanan Manis Jelang Tidur, Sebabkan Sugar Rush pada Anak?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber asiaone
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.