Kompas.com - 03/03/2020, 20:58 WIB
Tiger Ye, pemuda berusia 21 tahun dari Wuhan yang sembuh dari infeksi Corona. GuardianTiger Ye, pemuda berusia 21 tahun dari Wuhan yang sembuh dari infeksi Corona.

Di rumah sakit itu saya dites darah, fungsi liver, dan juga CT scan. Hasil CT scan menunjukkan ada bitnik-bintik di bagian bawah kedua paru saya. Saya lalu diberi obat resep dan obat tradisional China berbentuk kapsul oleh dokter.

Ketika Wuhan mulai ditutup, tanggal 22 Januari saya juga mulai dikarantina di rumah oleh ayah. Ibu saya dulu belajar di universitas kedokteran dan ayah bekerja di perusahaan farmasi, sehingga mereka bisa menangani saya.

Kamar saya memiliki kamar mandi sendiri, sehingga sebenarnya sangat nyaman walau saya diisolasi. Nenek yang memasak untuk saya juga selalu memakai masker saat mengantarkan makanan dan menggunakan sumpit sekali pakai yang akan dibuang setelah saya pakai.

Memburuk

Sekitar 3 hari kemudian, saya periksa lagi ke rumah sakit karena mulai batuk. Itu adalah batuk kering dengan sedikit dahak kekuningan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi saya memburuk karena infeksinya menyebar ke seluruh paru.

Saya lalu diinfus dan diberikan obat oral. Dokter juga mengatakan saya terduga terinfeksi virus, namun hanya komite pakar yang akan menentukan apakah bisa segera dilakukan tes.

Baca juga: Cegah Corona, Cuci Tangan Lebih Efektif Dibanding Hand Sanitizer

Tanggal 26 Januari, saya demam tinggi sampai 39 derajat celcius. Saya batuk berat sampai perut terasa sakit dan punggung sakit. Ini adalah hari terburuk dalam hidup saya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil laporan mengatakan bahwa situasi dapat memburuk dengan cepat pada tahap pertengahan. Namun, di sore hari demamnya menghilang. Saya merasa seperti sudah ke neraka dan kembali lagi.

Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melakukan tes tekanan darah saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.AFP/STR/CHINA OUT Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melakukan tes tekanan darah saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.

Pada saat penyakit saya memburuk, saya mencari cara untuk mengembalikan semangat. Saat itu saya menonton film anime favorit dan sebenarnya saya berencana ke Jepang pada pertengahan Februari untuk nonton konser penyanyi dan artist anime Ayaka Ohashi.

Menonton tayangan anime itu sangat membuat saya bersemangat untuk sembuh karena saya ingin kelak bisa menonton konsernya lagi.

Sekitar tanggal 28 saya dicek lagi dan kondisi kedua paru saya membaik.

Baca juga: Mayoritas Infeksi Corona Efeknya Ringan dan Bisa Sembuh Total

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.