Kompas.com - 05/03/2020, 07:15 WIB

 

KOMPAS.com - Keguguran yang dialami artis peran Nagita Slavina membuat banyak pihak turut bersedih.

Seperti diketahui, istri artis peran yang juga pembawa acara, Raffi Ahmad itu keguguran setelah kehamilannya berusia 1 bulan.

Nagita mengetahui dirinya hamil setelah pulang dari Jepang. Sayangnya, setelah memeriksakan diri ke dokter, wanita yang karib disapa Gigi ini dinyatakan kehilangan calon anak keduanya itu.

Baca juga: Ini Cara Raffi Ahmad dan Nagita Mengasuh Anak

Saat hamil, kemungkinan mengalami keguguran akan selalu ada.

Menurut sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology, sebanyak 41% wanita yang disurvei yang mengalami keguguran merasa mereka melakukan sesuatu yang salah.

Banyak juga yang percaya, bahwa mengangkat benda berat atau stres yang tinggi mungkin menyebabkan keguguran.

Pada kenyataannya, keguguran (kehilangan janin sebelum 20 minggu) terjadi pada sekitar 10% kehamilan yang diketahui, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sisanya, keguguran tersebut disebabkan oleh kelainan kromosom yang tidak bisa dicegah.

Baca juga: 5 Tanda Kehamilan yang Sering Tak Disadari

Sementara itu terkadang wanita dapat mengalami keguguran berulang, keguguran dua kali atau lebih secara berturut-turut, bisa jadi pertanda suatu kondisi yang perlu diperiksa untuk penyebab mendasar seperti cacat genetik atau kondisi kronis.

Sebenarnya, ada beberapa gejala awal keguguran yang bisa kamu pahami agar lebih cepat mendapatkan pertolongan dari dokter sebelum terlambat.

1. Mengalami pendarahan hebat

Meskipun pendarahan adalah tanda keguguran, hal ini tergantung pada jenis pendarahan yang dialami.

Bercak, misalnya, bisa jadi adalah hal yang normal.

“Ketika telur yang subur membuahi atau tertanam ke dalam rahim, kamu mungkin melihat beberapa bercak,” kata Dr. Kecia Gaither, spesialis kebidanan-kandungan dan spesialis kedokteran janin ibu.

Ibu hamil juga bisa mengalami pendarahan, karena bagian belakang plasenta yang berkembang.

“Namun, darah merah cerah dan pendarahan hebat, seharusnya bisa menjadi pertanda,” kata Dr. Gaither.

Jika kehamilan berlanjut setelah beberapa perdarahan, biasanya akan masuk dalam kelompok rentan keguguran dan perlu dipantau oleh dokter kandungan-kebidanan.

2. Gumpalan darah dan jaringan yang sangat besar

Meskipun beberapa pendarahan dan bercak mungkin normal dan tidak perlu dikhawatirkan, selama kehamilan, pembekuan dalam bentuk apa pun akan membuat ibu hamil harus lebih sering bertemu dengan dokter kandungannya.

Menurut Planned Parenthood, beberapa gumpalan bahkan dapat tumbuh sebesar lemon. Tubuh juga dapat mengalami pembentukan jaringan lain (yang akan sangat mirip pendarahan hebat), atau cairan vagina berwarna merah muda terang.

Untuk itu, jika kamu sedang hamil dan melihat ada sesuatu yang keluar dari vagina, saatnya untuk menemui dokter.

Baca juga: Penyebab Tak Terduga Keguguran

Halaman:
Sumber health24


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.