Kompas.com - 06/03/2020, 07:46 WIB
Ilustrasi menimbang berat badan nyulIlustrasi menimbang berat badan
Editor Wisnubrata

Hal inilah yang berpotensi membuat seseorang justru malah makan lebih banyak lagi.

Bahkan, diet yang dilakukan dalam jangka pendek justru berpeluang menaikkan berat badan kembali dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun.

4. Memicu kemunculan batu di kantung empedu

Kenaikan ataupun penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat memicu pembentukan batu empedu.

Potensi munculnya batu dalam kantung empedu akan meningkat seiring dengan semakin seringnya perubahan berat badan terjadi pada tubuh.

5. Berisiko mengalami diabetes

Jangan menganggap enteng diet yoyo karena kebiasaan ini membuat kita lebih rentan terkena diabetes tipe 2 karena pengaruhnya terhadap sel pankreas dan insulin. Akan tetapi efek diet yoyo ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

6. Berpeluang menderita penyakit jantung

Tidak hanya diabetes tipe 2, kamu juga berisiko mengalami penyakit jantung, khususnya penyakit jantung koroner, jika mengikuti diet yoyo.

Semakin besar berat badan yang naik dan turun saat diet yoyo, semakin besar pula peluang seseorang menderita penyakit jantung.

Baca juga: Setop Diet Yoyo, Pria Ini Turunkan Berat Badan hingga 85 Kg

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.