Kompas.com - 06/03/2020, 11:21 WIB
Warga menggunakan masker saat melewati terowongan kendal untuk bekerja di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo mengimbau warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dengan tetap higienis serta menjaga imunitas tubuh usai mengumumkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga menggunakan masker saat melewati terowongan kendal untuk bekerja di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo mengimbau warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dengan tetap higienis serta menjaga imunitas tubuh usai mengumumkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.

KOMPAS.com - Seorang pria berusia 62 tahun yang jadi pasien virus corona pertama di Spanyol diyakini telah pulih usai dirawat dengan obat HIV. Demikian menurut sebuah laporan.

Obat HIV yang dimaksud adalah lopinavir-ritonavir, obat antiretroviral. Obat yang digunakan untuk mengobati HIV dan AIDS selama lebih dari 10 tahun--digabung dengan interferon beta.

Interferon beta adalah protein yang mencegah sel dari infeksi dan digunakan pada orang yang menderita sklerosis.

Santiago Moreno, kepala penyakit menular di Rumah Sakit Ramon y Cajal di Madrid, mengatakan, enzim Covid-19 sangat mirip dengan HIV.

“Enzim ini sangat penting untuk virus bisa memperbanyak diri. Kombinasi lopinavir dan ritonavir menghambat HIV. Hasil yang sejauh ini kami miliki tentang penggunaannya terhadap virus corona sangat menggembirakan,” katanya.

Para peneliti di Spanyol mengingatkan, tidak semua pasien virus corona dapat merespons pengobatan dengan cara tersebut.

Namun, profesor penelitian di Imperial College London mengatakan, jika obat HIV yang tersedia secara luas terbukti berhasil melawan Covid-19 berskala besar, obat itu bisa cepat diberikan kepada pasien virus corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ada bukti dari penelitian laboratorium, beberapa obat HIV bisa aktif terhadap SARS-CoV-2 dan percobaan telah berlangsung untuk sementara waktu menggunakan obat ini terhadap MERS." kata Profesor Graham Cooke kepada Metro.

"Sejumlah penelitian sedang meneliti satu obat HIV, khususnya Kaletra, tetapi belum ada hasil yang tersedia."

"Jika obat HIV benar-benar menunjukkan efek, salah satu keuntungannya adalah kita bisa memasok obat ini dengan cepat," ujar Cooke menambahkan.

Baca juga: Cerita Pemuda Wuhan yang Terinfeksi Corona dan Sembuh



Sumber NYPost
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X