Hari Perempuan Internasional, Bagaimana Sejarahnya

Kompas.com - 09/03/2020, 07:46 WIB
Peserta aksi mengikuti acara peringatan Hari Perempuan Sedunia di Jalan M.H Thamrin, Jakarta, Minggu (8/3/2020). Dalam aksi tersebut mereka menuntut pentingnya perubahan sistemik untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPeserta aksi mengikuti acara peringatan Hari Perempuan Sedunia di Jalan M.H Thamrin, Jakarta, Minggu (8/3/2020). Dalam aksi tersebut mereka menuntut pentingnya perubahan sistemik untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan.

KOMPAS.com - Peringatan Hari Perempuan Internasional diperingati serentak setiap 8 Maret. Di berbagai kota besar dunia ribuan perempuan turun ke jalan menyuarakan hak-hak mereka.

Banyak orang yang baru tahu Hari Perempuan Internasional setelah membaca banyak berita di media, padahal hari tersebut sudah diperingati seabad lebih. Untuk menambah informasi kita tentang peringatan tersebut, simak hal-hal penting berikut:

Apakah Hari Perempuan Internasional itu?
Ini merupakan peringatan global untuk merayakan pencapaian-pencapaian perempuan di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Tujuannya adalah mengurangi kesenjangan gender.

Bagaimana sejarahnya?
Hari Perempuan Internasional pertama diadakan di tahun 1911. Negara Swiss, Austria, Jerman, dan Denmark merayakannya pada 19 Maret sebagai hasil dari konferensi perempuan bekerja internasional di tahun 1910. Dalam konferensi yang diadakan di Kopenhagen itu, perempuan Jerman bernama Clara Zetkin mengusulkan ide tentang Hari Perempuan dan disetujui oleh semua peserta.

Mengapa berganti jadi 8 Maret?
Pada tahun 1913, Hari Perempuan Internasional resmi diubah menjadi tanggal 8 maret. Menurut kalendar Gregorian, 8 Maret 1917 merupakan hari yang penting bagi perempuan Rusia.

Pada waktu itu perempuan melakukan mogok "roti dan perdamaian" atas kematian tentara Rusia pada Perang Dunia I. Setelah aksi yang berlangsung empat hari itu, perempuan Rusia mendapatkan hak pilih di bawah pemerintahan negara saat itu.

Peserta membawa poster saat aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (8/3/2020). Aksi tersebut untuk mensosialisasikan pencegahan perkawinan anak guna menekan angka perkawinan usia dini yang masih marak terjadi.ANTARA FOTO/ARNAS PADDA Peserta membawa poster saat aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (8/3/2020). Aksi tersebut untuk mensosialisasikan pencegahan perkawinan anak guna menekan angka perkawinan usia dini yang masih marak terjadi.

Seperti apa perayaannya di berbagai negara?
Hari Perempuan Internasional dirayakan di hampir semua negara di dunia. Tiap negara biasanya memiliki tradisi tersendiri. Misalnya saja di Italia, para perempuan diberi seikat bunga mimosa kuning.

Namun, di banyak negara dengan kesenjangan gender yang besar biasanya perempuan turun ke jalan. Mereka menuntut kesetaraan dan perlindungan yang tidak diskriminatif.

Tahun ini, tema besar yang diangkat dalam Hari Perempuan Internasional adalah #EachforEqual.



Sumber Vogue
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X