BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Tokopedia

Polusi Makin Menjadi, Tangkis Penyakit dengan Cara Ini!

Kompas.com - 09/03/2020, 18:35 WIB
Kendaraan bermotor melintasi Jl. Prof. Dr. Satrio, Karet Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan bermotor melintasi Jl. Prof. Dr. Satrio, Karet Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.
Penulis Farhanah
|

KOMPAS.com – Polusi udara ternyata masih menghantui kesehatan manusia dan lebih mematikan dari virus pembawa penyakit lho.

Dilansir dari kompas.com, Selasa (4/3/2020), CEO IQAir Frank Hammes mengatakan polusi udara telah menyebabkan 7 juta kematian per tahunnya.

Temuan baru menunjukkan 90 persen populasi dunia menghirup udara yang tidak aman saat ini.

Tahukah Anda polusi udara ternyata membawa partikel radikal bebas?

Baca juga: Waspada! Cuaca Ekstrem Picu Virus Penyakit, Begini Antisipasinya!

Melansir dari healthline.com, Rabu (13/12/2017), radikal bebas yang terlalu banyak dapat merusak jaringan lemak, DNA, dan protein tubuh melalui proses oksidatif. Kerusakan ini menurunkan fungsi jaringan, sehingga berujung penyakit dan gangguan kesehatan lain.

Penyakit tersebut di antaranya penyakit jantung, penyakit autoimun, kanker, gangguan sistem saraf pusat, diabetes, hingga darah tinggi.

Tak hanya itu, radikal bebas juga bisa mempercepat efek penuaan pada kulit lho.

Lalu, bagaimana cara mencegah efek buruk itu?

Tak perlu khawatir! Dilansir dari verywellfit.com, Jumat (17/1/2020), Anda hanya perlu melawannya dengan antioksidan.

Baca juga: Polusi Udara Lebih Mengancam Dunia Dibanding Corona, Ini Alasannya

Sebagai informasi, antioksidan merupakan molekul yang dipercaya dapat menangkal radikal bebas.

Antioksidan didapatkan tubuh dengan mengonsumsi beragam jenis makanan, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, bawang putih, kayu manis, dan teh hijau.

Salah satu molekul antioksidan yang sangat kita kenal, yakni vitamin C.

Ilustrasi vitamin CNatchaS Ilustrasi vitamin C

Ragam manfaat vitamin C

Vitamin C atau asam karbonat adalah nutrisi yang larut dalam air dan tidak diproduksi oleh tubuh.

Vitamin C banyak terdapat pada jeruk, stroberi, kiwi, paprika, brokoli, kangkung, dan bayam.

Dilansir dari healthline.com, Selasa (18/2/2020), ada 7 manfaat dari mengonsumsi vitamin C.

Baca juga: Radikal Bebas, Bahaya, Penyebab, dan Kaitannya dengan Antioksidan

Pertama, mengurangi risiko penyakit kronis. Vitamin C merupakan antioksidan yang baik untuk memperkuat pertahanan tubuh melawan penyakit. Cara kerjanya dengan melindungi sel tubuh dari radikal bebas.

Berdasarkan studi yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information dalam laman ncbi.nlm.nih.gov pada Juni 2003, mengonsumsi banyak vitamin C dapat meningkatkan kadar antioksidan darah hingga 30 persen.

Kedua, mengendalikan tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi membuat Anda berisiko terserang penyakit jantung.

Masih menurut NCBI, mengonsumsi suplemen vitamin C bantu mengendurkan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung. Oleh karena itu, vitamin C dapat bantu mengendalikan tekanan darah.

Baca juga: Apa itu Antioksidan dan Apa Fungsinya untuk Tubuh?

Namun, tentu saja harus ditunjang dengan pengobatan lainnya.

Ketiga, menurunkan risiko sakit jantung. Banyak sumber mengatakan penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia.

Banyak faktor timbulnya penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, tingginya kolesterol jahat trigliserida atau LDL, dan rendahnya kolesterol HDL yang baik.

Nah, vitamin C dapat bantu mengurangi faktor-faktor risiko tersebut, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

Keempat, mengurangi kadar asam urat darah dan mencegahnya.

Baca juga: Berapa Kebutuhan Vitamin C Per Hari untuk Tubuh?

Asam urat adalah limbah yang diproduksi tubuh. Saat limbah ini berlebihan, maka akan mengkristal dan disimpan dalam sendi, sehingga membuat penderitanya sering mengeluh sakit persendian.

Kelima, mencegah kekurangan zat besi. Suplemen vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan.

Hanya dengan mengonsumsi vitamin C dalam dosis cukup, dapat mengurangi risiko terkena anemia.

Keenam, meningkatkan imunitas tubuh. Polusi udara dan cuaca yang tidak menentu membuat tubuh rentan terserang virus.

Baca juga: 8 Manfaat Serum Vitamin C bagi Tubuh

Nah, vitamin C bantu mendorong produksi sel darah putih agar berfungsi lebih efektif, sehingga dapat melindungi tubuh terhadap infeksi virus dan kerusakan sel akibat radikal bebas.

Vitamin C juga penting untuk pertahanan kulit yang berperan sebagai antioksidan dan memperkuat jaringan kulit, sehingga mempercepat proses penyembuhan luka.

Tahu enggak sih orang yang menderita pneumonia cenderung kurang mengonsumsi vitamin C? Hal itu karena vitamin C dapat mempercepat waktu pemulihan.

Ketujuh, mempertahankan daya ingat karena faktor usia.

Usia membuat sebagian orang memiliki ingatan yang buruk atau disebut demensia. Penyebabnya, stres oksidatif yang terjadi akibat paparan radikal bebas. Kondisi itu dapat mengganggu sistem saraf pusat.

Baca juga: Agar Kulit “Glowing” Jangan Sampai Kekurangan Vitamin C

Cukupi kebutuhan vitamin C

Segala sesuatu yang berlebihan tentu saja berefek tidak baik untuk tubuh.

Oleh karena itu, para ahli pun merekomendasikan batas aman mengonsumsi vitamin C, yaitu 500 mg per hari. Dosis itu dinilai cukup untuk bantu menjaga kesehatan tubuh.

Namun, seringkali kesibukan membuat orang tak sempat mengonsumsi ragam makanan yang mengandung vitamin C.

Alih-alih, sebagian orang lebih memilih junkfood yang tidak sehat. Akhirnya, tubuh pun jadi gampang sakit.

Solusinya, Anda bisa memenuhi asupan antioksidan dengan mengonsumsi suplemen merk vitamin C terbaik. Pastikan juga, dosis sudah tepat sesuai aturan yang tertera pada kemasan.

Baca juga: 5 Rekomendasi Tokopedia Menata Rumah Minimalis

Hal yang penting, suplemen vitamin C sangat mudah didapatkan, seperti di Tokopedia.

Ternyata gampang ya menjaga kesehatan. Apalagi ragam vitamin dan produk kesehatan lainnya juga hadir di Tokopedia Peduli Sehat .

Kini, tak perlu takut lagi dengan polusi yang mengancam kesehatan. Cukup penuhi kebutuhan antioksidan tubuh untuk melawan radikal bebas.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya