Brilianto Menyuarakan Dampak Kebakaran Hutan Melalui Busana

Kompas.com - 10/03/2020, 11:49 WIB
Karya designer Brilianto yang terinspirasi dari kebakaran hutan bertajuk Memboemi dalam peragaan busana di Palembang Fashion Week (PFW) 2020. KOMPAS.COM/Dian Reinis KumampungKarya designer Brilianto yang terinspirasi dari kebakaran hutan bertajuk Memboemi dalam peragaan busana di Palembang Fashion Week (PFW) 2020.

KOMPAS.com— Salah satu designer yang tampil dalam Palembang Fashion Week (PFW) 2020, Brilianto, menyuarakan dampak kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera Selatan melalui karyanya yang bertajuk “Memboemi”.

Dengan warna kayu dan tanah yang dipilihnya, Brilianto mengumpamakan penempelan kain-kain perca dalam koleksinya sebagai gambaran bagaimana dampak kebakaran hutan bagi ekosistem.

Warna itu menunjukkan seakan hutan yang gersang dan hangus karena kebakaran, sementara asap yang membumbung juga digambarkan dalam warna abu-abu dalam busana.

“Jadi di detail baju itu menggambarkan kebakaran hutan, siluet asap, kayu, daun terbakar dengan menggunakan teknik slashing,” ujar Brilianto dalam wawancara di SCC Palembang Icon, Palembang, Sumatera Selatan, belum lama ini.

Meski menggunakan kain perca, Brilianto tak meninggalkan identitas kain jumputan palembang dalam karyanya.

“Jumputan Palembang dipertahankan. Misi kali ini lebih kepada ngajakin buat orang ayo dong jangan enggak care dengan bumi,” ujarnya.

Brilianto menambahkan, ia juga menerapkan fashion berkelanjutan dalam koleksinya dengan tidak menggunakan perwarna kimia, tidak menggunakan plastik sebagai pembungkus, serta menggunakan kembali kain perca yang merupakan limbah dari produksi pakaian miliknya.

“Koleksi kita empat tahun kebelakang hampir ada 20 karung kain perca. Kalau dibuang bakal jadi limbah,” ujarnya

“Karena kan kalau dibuang enggak akan teruai di tanah jadi kita berfikir untuk bisa menjadi koleksi,” imbuhnya.

Pagelaran Palembang Fashion Week (PFW) 2020 digelar untuk yang ke tujuh kalinya di SCC Palembang Icon, Palembang, Sumatera Selatan mulai 6-8 Maret 2020.

Dengan tema “Young and Nature” 20 perancang lokal dari Palembang menampilkan kain khas seperti kain jumputan Palembang hingga kain songket.

Selain menampilkan karya designer lokal, PFW 2020 yang merupakan persembahan Lippo Malls Indonesia, juga memboyong peragaan busana milik designer kenamaan Anne Avantie yang bertajuk “Tjerita Tjinta” yang menampilkan karya Anne Avantie selama 30 tahun berkarya.

Acara yang juga menjadi penutup PFW 2020 ini menghadirkan para Puteri Indonesia sebagai muse, mereka adalah, Jolene Marie Runner  up 1 Putri Indonesia 2019, Jesica Fitriana Runner up 2 Putri Indonesia 2019, Sonia Fergina Citra Putri Indonesia 2018, Wildan Situngkir Runner Up 2 Putri Indonesia 2018, Bunga Jelitha Ibrani Putri Indonesia 2017 dan Kezia Warouw Putri Indonesia 2016.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X