Setelah Sembuh dari Infeksi Virus Corona, Akankah Pasien Menjadi Imun?

Kompas.com - 10/03/2020, 12:09 WIB
Para pekerja medis dilengkapi pakaian pelindung memindahkan seorang pasien diduga terinfeksi virus corona (tengah) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam, di daerah Cheongdo, Korea Selatan, Jumat (21/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUTPara pekerja medis dilengkapi pakaian pelindung memindahkan seorang pasien diduga terinfeksi virus corona (tengah) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam, di daerah Cheongdo, Korea Selatan, Jumat (21/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan.

KOMPAS.com - Saat ini publik memiliki banyak pertanyaan mengenai infeksi virus corona COVID-19. Hal ini didasari oleh kekhawatiran terkena virus tersebut ketika sedang beraktivitas sehari-hari.

Angka kematian pasien virus corona yang terus meningkat juga menjadi kekhawatiran tersendiri.

Dilansir dari CNN, hingga Senin pagi, virus corona sudah mengakibatkan kematian terhadap lebih dari 3.800 orang dan menginfeksi lebih dari 108.000 orang di seluruh dunia.

Baca juga: Kenali Gejala Infeksi Virus Corona dari Jenis Batuk

Kemungkinan sembuh dari infeksi virus corona menjadi salah satu pertanyaan terbanyak yang diterima CNN. Selain itu, apakah pasien yang nantinya sudah sembuh dari penyakit ini menjadi imun?

Pertama, kebanyakan pasien infeksi virus corona bisa sembuh. Pekan lalu, ditektur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional Amerika Serikat memperkirakan angka kematian "sekitar 2 persen."

Namun, tingkat kematian yang sebenarnya mungkin jauh lebih rendah, karena beberapa orang yang sembuh dari infeksi virus corona mungkin belum diuji dan mungkin tidak melaporkan kasusnya.

Lalu, apakah pasien yang pulih memiliki imun terhadap virus tersebut?

Terlalu dini untuk memastikan jawabannya. Namun, penyakit dari kelompok virus corona lainnya, seperti common cold (flu biasa) mungkin bisa memberikan gambaran.

Baca juga: Seberapa Mematikan Infeksi Virus Corona?

Seorang profesor kedokteran dan penyakit menular di New Fakultas Kedokteran Universitas York, Dr. Celine Gounder menjelaskan, pada kasus flu, tubuh kita sebetulnya tidak memiliki kekebalan yang bertahan lama. Sehingga dia tidak bisa memprediksi untuk kasus virus corona khusus ini.

"Jika Anda pulih, apakah Anda kebal? Dan jika Anda kebal, berapa lama itu bertahan? Maka yang menjadi salah satu tantangan dalam merancang vaksin adalah bagaimana benar-benar memberikan kekebalan bertahan cukup lama untuk melindungi tubuh dari serangan virus," ungkapnya.

Baca juga: Covid-19: Ujian Kesehatan, Kesadaran, dan Kewarasan



Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X