Kompas.com - 11/03/2020, 17:36 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com - Tidak seperti masker wajah - yang mana sebagian besar tidak berfungsi, kacamata sebenarnya bisa menjadi penghalang efektif antara tubuh kita dan virus corona.

Itu karena, virus corona dapat menyebar melalui mata, kata para ahli kepada New York Post.

Kacamata bisa bertindak sebagai perisai pelindung.

"Bagi orang-orang yang sudah memakai kacamata, itu bisa memberi mereka ukuran perlindungan," kata Robyn Gershon, profesor epidemiologi di New York University School of Global Public Health.

Baca juga: Takut Corona, Naomi Campbell Pakai Hazmat dan Masker N95 di Bandara

Virus ini umumnya ditularkan melalui tetesan dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi.

Tetesan tersebut dapat masuk ke tubuh orang lain melalui hidung, mulut, atau dalam beberapa kasus, mata mereka, menurut Centers for Disease Control and Prevention.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan kacamata, kata Gershon, "percikan besar atau tetesan tidak bisa langsung masuk ke mata saya."

Gershon --yang mengenakan kacamata tanpa bingkai saat naik kereta bawah tanah-- mengatakan itu umum dalam pengaturan perawatan kesehatan untuk memakai alat pelindung mata ketika memiliki risiko paparan tetesan.

Dia mengakui, spesifikasi kacamata sehari-harinya bukan dari uji lab kelas praktikum, tetapi tidak ada salahnya untuk dicoba.

Baca juga: Virus Corona bisa Menempel di Ponsel Selama 9 Hari, Bersihkan Ponselmu

Jake Deutsch, dokter yang berbasis di Manhattan dan direktur klinis serta co-founder Specialty Infusion setuju dengan tindakan yang lebih baik daripada tidak sama sekali.

"Masuk akal menggunakan tindakan pencegahan apa pun yang melindungi wajah kita, termasuk mata, itu akan bermanfaat," kata Deutsch kepada NY Post melalui email.

Ia mengatakan, kacamata adalah solusi mudah dan sederhana untuk mencegah paparan.

Namun, ia mengingatkan, kacamata itu harus dipakai untuk melengkapi tindakan pencegahan normal, seperti melindungi wajah dan menghindari orang sakit.

Ada alasan lain mengapa kacamata bisa menjadi ide yang bagus.

"Ini penghalang, sehingga kita tidak menyentuh mata kita," kata Gershon, yang menambahkan bahwa menyentuh wajah adalah risiko nyata.

Baca juga: Gejala Virus Corona Muncul Lima Hari Setelah Tertular

Selain kacamata, Gershon merekomendasikan untuk duduk di transportasi umum.

"Saya sudah berusaha mendapatkan tempat duduk sehingga saya tidak harus memegang tiang," katanya.

Gershon membersihkan diri setiap hari. Ia menyeka kacamata dengan lap disinfektan ketika tiba di rumah, serta barang-barang bawaannya yang mungkin telah bergesekan dengan tiang, pintu, atau kursi.

Di samping itu, Gershon menyebut, jika kita adalah pengguna lensa kontak, ada baiknya mengganti dengan kacamata.

"Kami tidak memiliki penelitian orang yang memakai kacamata kurang berisiko, tetapi risiko terpapar lebih sedikit," katanya.

"Kacamata tidak melindungi bagian atas dan bawah mata kita, tetapi itu sesuatu yang petlh dicoba."

Baca juga: Setelah Sembuh dari Infeksi Virus Corona, Akankah Pasien Menjadi Imun?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber NYPost
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.