Kompas.com - 12/03/2020, 10:30 WIB
RSUD I Laga Ligo, Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, melakukan simulasi penanganan pasien akibat virus corona.  Simulasi dilakukan untuk melihat kesiapsiagaan pihak rumah sakit dalam menghadapi pasien  dan mewaspadi penyebaran virus corona. Selasa (10/03/2020) MUH. AMRAN AMIRRSUD I Laga Ligo, Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, melakukan simulasi penanganan pasien akibat virus corona. Simulasi dilakukan untuk melihat kesiapsiagaan pihak rumah sakit dalam menghadapi pasien dan mewaspadi penyebaran virus corona. Selasa (10/03/2020)
Editor Wisnubrata

Isolasi di rumah sakit diberlakukan bagi pasien yang berisiko mengalami peningkatan keparahan gejala penyakit secara cepat.

Setelah diisolasi di rumah sakit, beberapa pasien pun diizinkan untuk pulang dan diinstruksikan untuk segera kembali ke rumah sakit apabila kondisinya memburuk.

Baca juga: Pasien Virus Corona di Spanyol Sembuh berkat Obat HIV

Namun, kebijakan tersebut sejauh ini belum diberlakukan di Indonesia. Di sini, semua pasien yang positif terinfeksi virus corona, baik dengan level ringan, sedang, maupun berat, akan langsung masuk ruang isolasi di rumah sakit.

Menurut medical editor dari SehatQ, dr Karlina Lestari, pengobatan yang diterima pasien positif virus corona bisa berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan dan gejala yang muncul di pasien tersebut.

“Jadi, pasien yang demam akan mendapat obat demam. Lalu, pasien yang batuk akan menerima obat batuk dan obat-obatan lainnya jika memang diperlukan, menyesuaikan kondisi pasien,” ujarnya.

Dr Karlina menambahkan, selama dirawat di rumah sakit, pasien yang positif virus corona juga akan menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Dengan demikian, tim dokter dapat mengetahui kemungkinan penyakit penyerta pada tubuh pasien, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit paru lainnya, seperti TBC.

Sementara itu, pada kasus yang parah, dokter akan melakukan pemantauan intensif, memberi terapi cairan atau infus, dan oksigen tambahan sesuai dengan kondisi pasien.

Jika pasien mengalami gagal napas, maka tim dokter akan melakukan intubasi atau pemasangan alat bantu napas.

“Karena saat ini belum ada penelitian atau bukti seputar langkah perawatan untuk kasus Covid-19 secara spesifik, jadi perawatan yang diberikan lebih pada usaha untuk meredakan gejalanya, serta meningkatkan sistem imun atau daya tahan tubuhnya" ungkapnya.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X