Kompas.com - 12/03/2020, 13:38 WIB
Petugas penyemprotan disinfektan di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (5/3/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOPetugas penyemprotan disinfektan di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (5/3/2020)

KOMPAS.com - Virus corona kini telah mencapai tingkat pandemi global dengan lebih dari 124.000 terjangkiti penyakit ini. Namun, itu bukan berarti penyebaran virus tersebut mustahil dihentikan.

Para ahli mengatakan pertahanan terbaik untuk saat ini adalah melakukan jarak sosial, meminta masyarakat menghindari kegiatan berkumpul dalam jumlah besar dan menjaga jarak dari yang lain.

Bahkan sebelum deklarasi pandemi dari WHO, sejumlah penyelenggara telah membatalkan acara besar untuk memperlambat penyebaran virus.

Penyelenggaraan Coachella Music and Arts Festival resmi ditunda karena wabah virus corona di Amerika Serikat. Menurut promotor, acara konser ini akan diundur ke bulan Oktober 2020.

 

Pemerintah Swiss melarang pertemuan 1.000 orang atau lebih, menutup Geneva Motor Show 2020.

Sementara itu para penggemar liga Italia harus gigit jari karena Serie A - liga teratas di Italia - sudah mengatakan semua pertandingan akan dimainkan secara tertutup sampai 3 April.

Baca juga: Konferensi tentang Virus Corona Dibatalkan karena Virus Corona, Ini Ceritanya

Membatalkan acara dan menyarankan orang agar menghindari daerah ramai mungkin tampak berlebihan di tempat-tempat yang belum memiliki banyak kasus virus corona.

Tetapi, bukti dari wabah di masa lalu menunjukkan menerapkan kebijakan agar orang menjaga jarak dapat mencegah penyebaran virus meledak.

Selama pandemi influenza 1918 misalnya, jumlah korban meninggal jauh lebih kecil di kota-kota yang menutup gereja dan sekolah sejak awal.

Kota seperti St. Louis, yang menutup bioskop dan membatalkan acara olahraga ketika hanya sedikit orang terkena flu, mampu mengurangi penyebaran penyakit sekitar setengahnya.

Halaman:


Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X