Kompas.com - 13/03/2020, 09:41 WIB

Pertama, penting untuk menetapkan batas-batas antara kehidupan rumah dan kantor.

Internet dan email adalah hal yang memungkinkan kita bekerja dari jarak jauh. Namun, aliran pemberitahuan yang konstan dapat mulai terasa sebagai masalah jika masuk sepanjang hari.

Berkomunikasilah dengan pihak kantor untuk meminta waktu "tanpa gangguan" agar bisa fokus pada proyek pekerjaan, termasuk ketika jam kerja telah usai dan kembali ke kehidupan "rumah". 

Baca juga: Kisah Korban Virus Corona, Sembuh dengan Merawat Diri di Rumah

2. Berkomunikasi dengan "orang rumah"

Ingat, keberadaan kita di rumah bukan untuk liburan. Pemahaman ini juga yang harus dimengerti oleh orang-orang yang ada di rumah.

Pasangan, -istri atau pun suami, anak-anak, dan keluarga yang tinggal serumah harus memahami bahwa kita sedang  bekerja dan "berada di kantor".

Anak-anak biasanya membutuhkan pemahaman lebih. Sebab saat orangtuanya berada di rumah, mereka akan berpikir, sang ayah/ibu sedang libur.

Jadi, diperlukan penyesuaian khusus hingga seluruh anggota keluarga memahami kondisi tersebut.

Termasuk, memilih ruang/spot kerja di rumah, agar kita terbebas dari distraksi domestik. Jika perlu, tutup pintu kamar kerja, agar memeroleh kedamaian dan ketenangan dalam bekerja.

Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona Saat Olahraga, Bagaimana Caranya?

3. Kenali potensi gangguan di rumah

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.