Harumnya Bau Bayi dan Cinta Orangtua

Kompas.com - 13/03/2020, 16:28 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Beberapa jenis aroma secara otomatis membuat kita tersenyum: bau mobil baru, wangi roti yang baru matang, dan bau harum bayi. Yang disebut terakhir terutama dialami oleh para ibu.

Bagi seorang ibu, bau bayi mendatangkan rasa bahagia dan sulit ditahan, ingin terus mendekap. Sementara itu, para bayi menganggap bau ibu mereka unik.

Harumnya bau bayi ini ternyata bukan cuma karena mereka belum mengonsumsi bermacam makaan, tapi ini merupakan salah satu cara alam untuk menguatkan ikatan demi kelangsungan spesies.

Faktanya, 90 persen ibu baru bisa mengenali mana bau bayi mereka setelah 10 menit sampai satu jam setelah persalinan.

Kemampuan para ibu dalam mengenai bau tubuh anak-anak mereka ini merupakan salah satu dari ciri evolusi. Kecanggihan indera penciuman para ibu tak berhenti sampai di situ, karena mereka juga bisa membedakan bau anak-anak yang belum puber.

Bau bayi memiliki aroma khas yang menenangkan dan memberi efek bahagia, sementara bau anak-anak pada umumnya cenderung manis. Bagaimana dengan remaja yang sudah usia puber? Sebagian besar ibu menjawab baunya tidak sedap.

Baca juga: Tubuh yang Wangi dan Segar Sumber Rasa Pede Remaja

“Memang ada perubahan komposisi dalam keringat anak remaja karena peningkatkan hormon seks di masa puber,” kata peneliti Ilona Croy yang melakukan penleitian tentang indera penciuman.

Pada remaja, mereka memiliki aroma tubuh yang kuat.

“Aroma khas tubuh remaja memang lebih intens karena perubahan perkembangan yang dialami. Biasanya bau badan remaja dipersepsikan sebagai kurang enak dan negatif,” kata Croy.

Peneliti Laura Schafer mengatakan, bau badan bayi yang menyenangkan itu memang dibutuhkan di masa pembentukan ikatan antara orangtua dan anak.

Seiring waktu, persepsi yang positif akan bau badan anak itu mulai berkurang. Menurutnya, ini merupakan bagian dari mekanisme “melepaskan diri” karena anak mulai mandiri dan memisahkan diri dari pengasuhan orangtua.

“Bau badan bisa mengatur perasaan cinta dari orangtua ke anak. Namun, seiring bertambahnya usia anak hal ini akan berkurang,” kata Schafer.

Walau begitu, menurutnya hubungan antara orangtua dan anak sangat kompleks, dan bau tubuh merupakan salah satu yang bisa menjadi indikasinya.

Baca juga: Remaja Hobi Selfie, Kapan Perlu Dikhawatirkan?



Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X