Kompas.com - 13/03/2020, 22:38 WIB
Seorang perempuan mengenakan masker berjalan di jalan Montenapoleone yang hampir kosong, salah satu jalan distrik mode Milan, Italia EPA-EFE/MATTEO CORNER MATTEO CORNERSeorang perempuan mengenakan masker berjalan di jalan Montenapoleone yang hampir kosong, salah satu jalan distrik mode Milan, Italia EPA-EFE/MATTEO CORNER

KOMPAS.com - Giorgio Armani, perancang busana tersohor Italia, menyumbangkan 1,4 juta dollar AS (sekitar Rp 20,2 miliar) guna membantu negaranya memerangi penyebaran virus corona, demikian dilaporkan WWD.

Sumbangan tersebut diberikan kepada empat rumah sakit, yaitu Luigi Sacco, San Raffaele, Istituto dei Tumori di Milan, dan Istituto Lazzaro Spallanzani di Roma, serta pertahanan sipil Protezione Civile.

Pria berusia 85 tahun itu juga telah menunda pertunjukan Giorgio Armani Cruise 2021 yang dijadwalkan pada 19 April 2020 di Dubai, karena kekhawatiran atas virus corona.

Baca juga: Virus Corona Bisa Bertahan di Tubuh hingga 5 Minggu Setelah Terinfeksi

Brand Mewah Bersatu Menghadapi Virus Corona

Donasi yang dilakukan Armani membuatnya bergabung dengan rumah mode mewah lainnya, termasuk Dolce and Gabbana yang mendukung lembaga-lembaga berbasis di Milan untuk meneliti kemungkinan solusi terhadap virus corona.

Begitu pula Versace, yang menyumbangkan sekitar 143.400 dollar AS (sekitar Rp 2 miliar) untuk mendukung Red Cross Foundation China.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akhir Januari lalu, Kering Group dan LVMH Moet Hennessy, dua pusat fesyen Prancis juga memberi sumbangan untuk membantu memerangi virus corona di China.

Kering Group, perusahaan induk brand seperti Gucci, Saint Laurent, Balenciaga, Alexander McQueen, dan Ulysse Nardin, menyumbangkan 1,08 juta dollar AS (sekitar Rp 15,6 miliar) kepada Red Cross Foundation di Hubei.

Baca juga: Antisipasi Corona dengan Masker Pelindung nan Glamor


Virus Corona di Italia

Italia memiliki kasus virus corona terbanyak yang dikonfirmasi di luar Asia. Virus ini telah menyebar di 20 wilayah di Italia.

Terdapat lebih dari 10.140 kasus yang dikonfirmasi, dengan jumlah kematian melonjak menjadi 630 korban jiwa pada Selasa lalu.

Pada hari Senin, Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, memerintahkan penutupan (karantina) secara nasional.

"Kita semua harus memberikan sesuatu demi kebaikan Italia," kata Conte dalam pidato yang disiarkan di stasiun televisi setempat.

"Tidak ada lagi waktu."

Baca juga: Cara Orang Kaya di Eropa Lindungi Diri dari Virus Corona

Secara global, kasus virus corona yang dikonfirmasi mencapai 113.702 kasus pada 9 Maret, dan jumlah kematian mencapai 4.012 jiwa.

China, tempat wabah pertama kali dilaporkan, memiliki mayoritas kasus infeksi dan kematian yang berasal dari virus corona.

Hingga kini, virus corona telah menyebar ke 109 negara.

Baca juga: Gejala Virus Corona Muncul Lima Hari Setelah Tertular

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.