Efektifkah Penggunaan Masker untuk Cegah Virus Corona?

Kompas.com - 16/03/2020, 09:44 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com - Kasus virus corona yang terus bertambah di berbagai belahan dunia membanjiri publik dengan banyak informasi.

Pada akhirnya, kondisi ini menimbulkan keraguan di masyarakat atas informasi-informasi tertentu.

Termasuk salah satunya informasi penggunaan masker. Kita semua tahu bahwa masker wajah utamanya perlu digunakan oleh mereka yang sedang sakit, agar tidak menularkan virusnya kepada orang lain.

Baca juga: Cara Mengatasi Cemas Berlebih karena Wabah Corona

Namun, seiring berkembangnya wabah virus corona, semakin banyak publik yang mengenakan masker meski sedang tidak sakit dengan alasan pencegahan.

Nah, apakah sebetulnya masker wajah cukup efektif untuk mencegah virus corona?

Dilansir dari Guardian, penggunaan masker wajah tentu bukan jaminan kita tidak akan tertular virus corona, karena virus juga dapat menular melalui mata dan partikel virus kecil, yang dikenal sebagai aerosol. Partikel virus kecil tersebut dapat menembus masker yang kita gunakan.

Namun, masker dinilai efektif untuk menahan tetesan (droplet) sebagai rute transmisi utama dari coronavirus. 

Sejumlah penelitian memperkirakan, masker memiliki kemampuan menahan tetesan tersebut sekitar lima kali lipat jika dibandingkan dengan seseorang yang tidak menggunakan penghalang apapun.

Meskipun, ada pula penelitian yang menemukan tingkat efektivitas masker lebih rendah.

Baca juga: Kesaksian Mereka yang Pulih dari Virus Corona, Apa yang Sempat Dirasa?

Jika kita kemungkinan melakukan kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi, masker dapat mengurangi kemungkinan tertular dari penyakit tersebut.

Jika kita mengalami gejala yang mengarah pada virus corona atau telah didiagnosis, memakai masker juga dapat melindungi orang lain.

Sementara itu, laman Live Science menyoroti jenis masker wajah yang digunakan. 

Spesialis penyakit penular dari Vanderbilt University in Tennessee, Dr. William Schaffner mengatakan, masker bedah tidak efektif untuk mencegah virus corona.

Masker yang lebih khusus, yang dikenal sebagai respirator N95, menurutnya bisa melindungi terhadap virus corona baru.

Masker jenis tersebut lebih tebal daripada masker bedah, tetapi baik Schaffner maupun Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) tidak merekomendasikannya untuk penggunaan umum, setidaknya tidak pada saat ini.

Sebab, mengenakan topeng tersebut dalam waktu lama adalah suatu hal yang menantang.

Ia bahkan terus menerima sesi pelatihan setiap tahunnya hanya untuk mengajari cara memasang respirator ini dengan tepat di sekitar hidung, pipi, dan dagu. Alasannya, untuk memastikan pemakai tidak bernapas lewat tepi respirator.

"Bernapas lewat material tebal itu akan lebih sulit dan bisa membuat sedikit sesak. Kondisi ini akan membuat bagian dalam lembab dan panas," kata Schaffner.

Baca juga: Mencuci Tangan Cegah Virus Corona, Berapa Lama Seharusnya?

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X