Kompas.com - 16/03/2020, 16:50 WIB
Pekerja menyemprotkan disinfektan di Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, 24 Februari 2020, setelah diketahui bahwa seseorang yang mengambil bagian dalam sesi diskusi pada 19 Februari di Majelis telah terbukti positif terkena virus coronavirus. Parlemen mengatakan bahwa desinfeksi akan dilakukan secara bertahap hingga 26 Februari. EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT YONHAPPekerja menyemprotkan disinfektan di Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, 24 Februari 2020, setelah diketahui bahwa seseorang yang mengambil bagian dalam sesi diskusi pada 19 Februari di Majelis telah terbukti positif terkena virus coronavirus. Parlemen mengatakan bahwa desinfeksi akan dilakukan secara bertahap hingga 26 Februari. EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT

KOMPAS.com - Walau sudah banyak informasi beredar tentang cepatnya penyebaran virus corona, namun sebagian besar orang menganggap dirinya masih bisa lolos dari wabah ini. 

Tak sedikit orang mengira Covid-19 adalah flu biasa dan orang yang tubuhnya fit tidak akan tertular. Namun, virus ini bukanlah flu. Seorang pasien positif corona yang sudah sembuh, Park Hyun, membagikan pengalamannya menjalani pengobatan penyakit ini.

Park Hyun, profesor berusia 48 tahun dari Korea Selatan merasa dirinya sangat sehat. Ia berolahraga ke gym lima hari dalam seminggu dan menjaga higienitas pribadinya, seperti mencuci tangan sepanjang waktu dan sering menggunakan hand sanitizer.

Namun, gaya hidup sehatnya tersebut ternyata tidak membuatnya terhindar dari virus corona.

Melalui Facebook, Park berbagi kisahnya dengan alasan membantu teman-teman dan orang-orang tercintanya agar terhindar dari virus.

Baca juga: 3 Kunci Korea Selatan Berhasil Tangani Virus Corona Lebih Baik dari Negara Lain

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengakui dirinya terlalu naif dan beranggapan bahwa dirinya tidak termasuk kelompok rentan virus.

"Saya bodoh karena terlalu percaya diri," tulisnya pada laman Facebook, 8 Maret lalu.

Kota tempat tinggalnya, Busan, menjadi tempat kasus corona virus pertama dilaporkan pada 21 Februari lalu.

Pada hari yang sama Park merasa tenggorokannya sedikit sakit dan ia mengalami batuk kering ringan. Dua hari kemudian, ia merasa ada tekanan ringan di dadanya yang semakin parah.

Park lalu memutuskan untuk berdiam di rumah dan jeda dari rutinitas olahraganya. Ini dilakukan bukan karena merasa kurang sehat, melainkan karena ada laporan pasien-pasien virus corona di sekitar tempat tinggalnya.

Halaman:


Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.