Kompas.com - 17/03/2020, 08:32 WIB
ilustrasi anak demam Shutterstockilustrasi anak demam

KOMPAS.com – Infeksi virus corona juga bisa dialami anak-anak, tetapi umumnya gejala yang mereka alami lebih ringan. Namun, mereka tetap bisa menularkan infeksinya lama setelah gejalanya hilang.

Itu sebabnya para ahli menyebut keputusan untuk meliburkan sementara sekolah-sekolah dan menggantinya dengan kegiatan belajar online dinilai tepat.

Penelitian mengenai gejala Covid-19 pada anak dilakukan oleh peneliti dari China yang dipimpin oleh Huimin Xia dari rumah sakit anak dan wanita Guangzhou, melibatkan 745 bayi dan anak-anak di China.

Usia anak-anak yang diteliti itu mulai dari 2 bulan sampai 15 tahun dan semuanya pernah memiliki kontak dekat dengan pasien positif Covid-19.

Kabar baiknya, hanya 10 anak (1,3 persen) yang dites positif terinfeksi virus corona. Semuanya dibawa ke rumah sakit, bukan karena gejala penyakitnya berat tetapi karena orangtua atau anggota keluarganya dites positif corona.

Dari 10 anak tersebut, tidak ada satu pun yang mengalami gejala berat. Tujuh anak mengalami demam, tetapi tidak ada yang melebihi 39 derajat Celcius.

Baca juga: Demam dan Batuk, Haruskah Langsung Cek Infeksi Corona?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Beberapa anak mengalami batuk, sakit tenggorokan, dan hidung mampet. Tetapi, tidak ada satu pun yang memiliki gejala infeksi corona yang dialami orang dewasa, seperti nyeri otot atau sakit kepala. Hasil pemeriksaan rontgen dada juga tidak ditemukan tanda pneumonia pada anak-anak ini,” tulis peneliti.

Gejala yang ringan memang melegakan, tetapi ada juga sisi negatifnya. Banyak anak yang tidak menunjukkan gejala itu bisa menularkan virus corona karena mereka melakukan kontak dengan orang dewasa yang rentan.

Peneliti dari China juga menyebutkan penularan bisa terjadi lebih lama dari yang diperkirakan.

Walau hasil tes swabs pada hidung dan tenggorokan anak menunjukkan hasil negatif, tetapi tes pada feses menunjukkan adanya virus. Dalam satu kasus, ada anak yang hasil tes fesesnya positif corona 13 hari setelah ia dipulangkan dari rumah sakit karena hasil swab hidung negatif.

Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya memperpanjang masa karantina.

Baca juga: Penularan Virus Corona pada Anak-Anak, Orangtua Wajib Tahu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.