Kompas.com - 17/03/2020, 19:45 WIB
Ilustrasi tidur shutterstockIlustrasi tidur
Editor Wisnubrata

1. Coba eksperimen

Tentu setiap orang memiliki selera musik dan preferensi suara yang berbeda, termasuk ketika berurusan dengan alarm bangun tidur.

Ada yang tidak suka dengan suara ombak atau kicau burung, ada pula yang suka dengan suara itu karena mengingatkannya akan memori menyenangkan di masa lalu.

Mengingat tiap orang punya selera yang beragam, cobalah bereksperimen dengan pilihan alarm bangun tidur lembut yang disukai.

Tak hanya nada, tapi juga bagaimana alarm bangun tidur secara perlahan menjadi lebih kencang atau intens. Pilih mana yang paling alami untuk Anda.

2. Tiru mekanisme alami tubuh

Alarm bangun tidur yang ideal adalah yang bisa meniru mekanisme alami tubuh saat terjaga. Artinya, ada fase transisi dari tidur lelap hingga perlahan benar-benar terjaga.

Itulah pentingnya memilih alarm bangun tidur dengan suara yang lembut dan rileks ketimbang yang terlalu agresif.

3. Sesuaikan dengan kondisi tubuh

Tak harus memiliki hanya satu jenis alarm, Anda bisa memilih beberapa alarm bangun tidur. Sesuaikan pilihan dengan banyak faktor, seperti akhir pekan atau bukan, kondisi fisik sebelum tidur, ada rencana olahraga di pagi hari, hingga cuaca di luar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.