Kompas.com - 17/03/2020, 19:45 WIB
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Tidak berlebihan jika terbangun tanpa alarm bangun tidur adalah ciri tidur berkualitas. Itu idealnya.

Namun kenyataannya, ada banyak orang yang susah meninggalkan nyamannya kasur tanpa alarm bangun tidur. Nah, mana yang lebih baik, terbangun dengan alarm lembut atau bunyi yang agresif?

Idealnya, alarm bangun tidur tidak mengagetkan. Suara yang lembut dan perlahan “menggiring” tubuh terbangun dari tidur lelap akan membuat tubuh tidak stres. Apalagi, bunyi agresif juga tidak baik untuk detak jantung dan tekanan darah.

Jika Anda masih terpikir bahwa “mengagetkan” tubuh dengan alarm bangun tidur adalah hal yang efektif untuk memulai hari, coba pikir ulang.

Ketika tubuh mendengar suara terlalu keras dan agresif, maka sistem saraf simpatik akan aktif.

Ketika sistem saraf simpatik aktif, maka “fight” atau “flight” akan mengambil alih mekanisme tubuh. Tubuh akan berada dalam kondisi tertekan atau stres.

Artinya, memilih alarm bangun tidur yang mengagetkan hanya akan membuat tubuh memulai hari dalam kondisi stres fisiologis.

Belum lagi jika seseorang masih bergulat dengan cara mengatasi susah tidur. Tidur semalaman belum tentu berkualitas, ditambah lagi dengan pemicu stres berupa alarm bangun tidur terlalu keras.

Sebuah penelitian dari National Institute of Industrial Health di Jepang menemukan bahwa suara bising dari alarm bangun tidur tidak baik untuk jantung. Tekanan darah dan detak jantung bisa naik tiba-tiba sehingga level stres meningkat.

Baca juga: 5 Cara Agar Bangun Tidur dengan Kondisi Segar

Lalu, bagaimana suara alarm bangun tidur yang ideal?

1. Coba eksperimen

Tentu setiap orang memiliki selera musik dan preferensi suara yang berbeda, termasuk ketika berurusan dengan alarm bangun tidur.

Ada yang tidak suka dengan suara ombak atau kicau burung, ada pula yang suka dengan suara itu karena mengingatkannya akan memori menyenangkan di masa lalu.

Mengingat tiap orang punya selera yang beragam, cobalah bereksperimen dengan pilihan alarm bangun tidur lembut yang disukai.

Tak hanya nada, tapi juga bagaimana alarm bangun tidur secara perlahan menjadi lebih kencang atau intens. Pilih mana yang paling alami untuk Anda.

2. Tiru mekanisme alami tubuh

Alarm bangun tidur yang ideal adalah yang bisa meniru mekanisme alami tubuh saat terjaga. Artinya, ada fase transisi dari tidur lelap hingga perlahan benar-benar terjaga.

Itulah pentingnya memilih alarm bangun tidur dengan suara yang lembut dan rileks ketimbang yang terlalu agresif.

3. Sesuaikan dengan kondisi tubuh

Tak harus memiliki hanya satu jenis alarm, Anda bisa memilih beberapa alarm bangun tidur. Sesuaikan pilihan dengan banyak faktor, seperti akhir pekan atau bukan, kondisi fisik sebelum tidur, ada rencana olahraga di pagi hari, hingga cuaca di luar.

4. Ubah rutinitas malam hari

Apabila berbagai alarm bangun tidur masih membuat Anda susah terbangun, ada baiknya melihat apa yang salah dari rutinitas di malam hari.

Apakah tidur terlalu larut? Kebiasaan makan terlalu dekat dengan waktu tidur? Perlu rutinitas baru seperti meditasi singkat di malam hari?

Siapa tahu, mengubah rutinitas malam hari bisa mengubah kualitas tidur Anda secara signifikan. Tentu ketika kualitas tidur tercukupi, akan ada dampak positif jangka panjang baik untuk jiwa dan tubuh.

Profesor dari Department of Neurology di Georgetown University Medical Centre Washington DC juga setuju bahwa alarm bangun tidur yang ideal adalah yang membantu tubuh terbangun secara alami.

Baca juga: 5 Langkah Meningkatkan Kualitas Tidur Malam

Beberapa pilihan bunyi dan musik yang bisa jadi alternatif alarm bangun tidur yang baik adalah:

  • Suara ombak
  • Kicauan burung
  • Suara arus sungai
  • Instrumen lembut seperti biola, piano, flute
  • Jazz lembut
  • Derai hujan
  • Lagu favorit Anda

Tentu saja Anda bebas menyesuaikan preferensi sesuai selera. Penting juga untuk mengingat bahwa bukan alarm bangun tidur yang sepenuhnya menentukan bagaimana Anda terbangun di pagi hari, tapi ada yang lebih penting: menjaga kualitas tidur.

Jika sejak malam hari rutinitas sebelum tidur sudah baik, tidur pun akan berkualitas. Tidur berkualitas dengan durasi 6-8 jam tentu sudah lebih dari cukup untuk mencegah Anda menekan tombol snooze saat alarm bangun tidur berdering.

Bahkan bisa jadi, Anda akan terbangun secara alami lebih dulu ketimbang alarm yang sudah dipasang. Selamat mencoba!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.